GRESIK | lampumerah.id – Petrokimia Gresik ingin memperkuat komitmen dalam mendorong efisiensi energi dan dekarbonisasi pelabuhan, sebagai Implementasi Green and Smart Port di Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).

Melalui rilis yang dikirim, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob mengatakan, untuk penerapan Green and Smart Port di TUKS Petrokimia Gresik membutuhkan dukungan mitra ataupun rekanan yang beroperasi di sekitar pelabuhan.

Sehingga implementasinya semakin optimal dalam mendukung operasional bisnis, khususnya dalam mendistribusikan pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia.

“Tentu konsep Green and Smart Port yang mampu menjadikan proses kepelabuhanan lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan, implementasinya tidak bisa dijalankan secara mandiri, memerlukan support dari semua mitra,” ujar Daconi dalam Focus Group Discussion (FGD) ‘Implementasi Green and Smart Port di Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS)” bersama mitra di Gresik, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Aas penerapan konsep Green Port yang telah matang, Petrokimia Gresik mendapatkan sejumlah penghargaan. Tahun 2022, Pelabuhan Petrokimia Gresik mendapat penghargaan Green Port Terbaik se Indonesia dari Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Kemudian di tahun 2023, menjadi pelabuhan pertama di Indonesia yang mendapatkan Green Port Award System (GPAS) dari APEC Port Service Network (APSN). Terbaru, di tahun 2024, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan penghargaan “Pelabuhan Sehat”.