BEKASI | Lampumerah.id – Bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Kampuh Welding Cikarang resmi membuka Program Kredensial Mikro Guru SMK 2026, Senin (12/10/2026). Program ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi guru SMK di seluruh Indonesia, khususnya dalam bidang pengelasan industri.
Kegiatan pembukaan berlangsung di Kampuh Welding Cikarang, Jalan Pejuang, Kampung Gandaong, Desa Karang Mukti, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi.
Program tersebut mencakup pelatihan pengelasan dengan sejumlah metode, yakni 1G GTAW, 3G FCAW, serta 6G kombinasi SMAW dan GMAW. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan teknis para guru agar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri.
General Manager Kampuh Welding Cikarang, Repindo Merdeka, S.T., mengatakan bahwa ketersediaan sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompeten merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong peningkatan produktivitas industri nasional.
“Menurut kami, ketersediaan sumber daya manusia lokal yang kompeten merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong peningkatan produktivitas industri nasional. Karena itu, kompetensi guru SMK perlu terus ditingkatkan, khususnya dalam bidang pengelasan yang membutuhkan keterampilan teknis dan penguasaan praktik sesuai standar industri,” ujar Repindo Merdeka.
Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Berbasis Praktik
Repindo menjelaskan, perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja menuntut adanya keselarasan antara materi pembelajaran di sekolah dengan praktik yang diterapkan di industri.
Menurutnya, peningkatan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan SMK yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja.
“Melalui Program Kredensial Mikro Guru SMK 2026 ini, kami berharap para guru mendapatkan tambahan pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Dengan begitu, kompetensi yang dimiliki guru dapat diterapkan dalam proses pembelajaran dan diteruskan kepada para siswa,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Kampuh Welding Cikarang, Arif Yulianto, S.T., menjelaskan bahwa Program Kredensial Mikro merupakan bentuk pengakuan terhadap kompetensi spesifik yang diperoleh melalui pelatihan singkat dan terstruktur, dengan materi yang berorientasi pada kebutuhan industri serta perkembangan teknologi terkini.
Menurut Arif, program tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kompetensi tenaga pendidik melalui pelatihan yang terarah dan sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.
“Program Kredensial Mikro ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi para guru SMK untuk meningkatkan kompetensi secara lebih terarah, khususnya dalam bidang pengelasan. Penguasaan teori perlu diimbangi dengan keterampilan praktik agar proses pembelajaran di sekolah semakin relevan dengan kebutuhan dunia industri,” ujar Arif.
Ia menambahkan, pelatihan berbasis praktik memberikan kesempatan kepada para guru untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilan teknis, sekaligus memahami perkembangan teknologi yang digunakan di lingkungan industri.
“Harapan kami, kompetensi yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dan dikembangkan di sekolah masing-masing. Dengan demikian, para guru dapat membekali siswa dengan pengetahuan serta keterampilan yang sesuai dengan perkembangan industri dan kebutuhan dunia kerja,” tambahnya.
Kampuh Welding Cikarang Berpengalaman Sejak 2017
Kampuh Welding Cikarang telah berdiri sejak 2017 dan memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan pelatihan keterampilan kerja. Lembaga ini telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan besar di Indonesia serta melahirkan ribuan lulusan dengan beragam keahlian.
Selain menyelenggarakan pelatihan di dalam negeri, Kampuh Welding Cikarang juga menjalankan program pemagangan ke luar negeri, salah satunya melalui perusahaan di Jepang.
LPKS Kampuh Welding Cikarang merupakan bagian dari Kampuh Group yang menyediakan berbagai program pelatihan kerja untuk mengembangkan keterampilan dan kompetensi sumber daya manusia.
Kampuh Group juga memiliki fasilitas Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi sesuai skema dan ketentuan yang berlaku.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya Kampuh Group dalam mendukung pengembangan tenaga kerja yang memiliki keterampilan teknis sesuai kebutuhan industri.
Dorong Sinergi Dunia Pendidikan dan Industri
Repindo menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pelatihan, sekolah, dan dunia industri perlu terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.
“Kami berharap program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi para guru yang mengikuti pelatihan, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas lulusan SMK. Sinergi antara pemerintah, lembaga pelatihan, sekolah, dan dunia industri perlu terus diperkuat agar lulusan pendidikan vokasi memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan Program Kredensial Mikro Guru SMK 2026, Kampuh Welding Cikarang turut mengambil bagian dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga pendidik, khususnya di bidang pengelasan.
Program ini diharapkan dapat memperkuat pendidikan vokasi sekaligus mendukung persiapan sumber daya manusia Indonesia yang terampil, kompeten, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri nasional maupun global.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.



