GRESIK | lampumerah.id – Kerja keras
Komunitas Wartawan Grisse (KWGe) akhirnya membuahkan hasil. Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 dinyatakan pihak Museum Rekor Indonesia (MURI) tidak hanya tercatat masuk rekor Indonesia tetapi juga memecahkan rekor Internasional.
“Dengan ini saya nyatakan, Tumpeng Nasi Krawu setinggi 4,5 meter yang berisi 3 ribu bungkus nasi krawu hasil karya Komunitas Wartawan Grisse (KWGe) berhasil.masuk MURI. Tidak hanya untuk Indonesia, Tumpeng Krawu ini juga memecahkan rekor dunia. Selamat untuk KWG,’ ujar Ari Andriani, Kepala Divisi MURI Semarang, saat membacakan keputusan MURI Panggung Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 di Gresik Universal Science (GUS)nKecamatan Balongpanggang, Minggu (28/6) siang.
Mendengar keputusan MURI tersebut, seluruh anggota KWGe langsung melompat kegirangan. Demikian juga Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani, Wakil Bupati dr Ashluchul Alif, Kapolres AKBP Ramadhan Nasution, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta perwakilan perusahaan mitra KWGe, juga tampak berdiri dari kursinya sambil bertepuk tangan.
Bahkan wajah bupati terlihat berseri-seri bangga, saat MURI.menyatakan sajian 3.000 bungkus sego krawu ini merupakan sebuah prestasi dalam mengangkat kearifan budaya lokal kuliner khas Gresik. Apalagi nasi krawu ini sudah terdaftar dalam warisan budaya tak benda (WBTB).
“Dari hitungan jumlah dan mengangkat kearifan lokal, maka di situlah MURI mencatat sego krawu tidak hanya pecahkan rekor. MURI ditingkat Nasional melainkan Dunia,” pungkasnya.
Ketua Komunitas Wartawan Grisse Miftahul Arif merasa bangga dan bersyukur Tumpeng Nasi Krawu bisa memecahkan rekor MURI bahkan dunia. Capaian membanggakan ini merupakan hasil dedikasi dan loyalitas seluruh insan pers, yang tergabung sebagai anggota KWGe.
“Pada Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 ini kami mendapat capaian yang sangat membanggakan, yakni mencetak rekor MURI. Tentu saja ini hasil kerja keras dan kekompakan seluruh anggota KWGe untuk mempersembahkan dedikasi dan kontribusi untuk masyarakat Kabupaten Gresik,” kata Miftah, Minggu (28/6).
Hajatan tahunan memperingati Hari Pers Nasional (HPN) itu, dibanjiri ribuan pengunjung yang datang dari berbagai wilayah hingga dari luar Kabupaten Gresik.
“Prosesnya sangat ketat, dan membutuhkan kerja keras seluruh panitia dan anggota KWGe, dan Alhamdulillah kami berhasil membawa Tumpeng Nasi Krawu mencetak rekor dunia,” terangnya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menilai capaian tersebut menjadi bukti, bahwa pelestarian budaya mampu memperkuat identitas daerah sekaligus memperluas pengenalan Gresik di tingkat nasional maupun internasional.
Didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Bupati Yani mengapresiasi konsistensi Komunitas Wartawan Grisse (KWGe) yang selama empat kali penyelenggaraan, terus menghadirkan inovasi dalam mengangkat nasi krawu sebagai ikon kuliner khas Gresik.
Menurutnya, upaya merawat budaya akan memberi dampak yang lebih luas ketika dilakukan secara kolaboratif dan dikemas menjadi kegiatan yang mampu menarik partisipasi masyarakat.
“Nasi krawu bukan sekadar makanan khas, tapi identitas Kabupaten Gresik. Di mana pun orang mengenal Gresik, salah satu yang langsung diingat adalah nasi krawu. Karena itu, upaya melestarikan kuliner ini menjadi sangat penting,” ujar Bupati Yani.
Bupati berharap keberhasilan meraih Rekor MURI dan dunia menjadi penyemangat, untuk terus melahirkan inovasi dalam mempromosikan potensi Kabupaten Gresik. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukanlah titik akhir, melainkan awal dari berbagai gagasan baru yang dapat semakin memperkuat citra Gresik sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman KWGe, yang terus konsisten memperkenalkan nasi krawu hingga semakin dikenal masyarakat luas. Hari ini prestasinya telah mencapai Rekor Dunia MURI. Semoga ke depan lahir lebih banyak lagi ide-ide kreatif yang membawa nama Kabupaten Gresik semakin dikenal,” imbuhnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


