GRESIK | lampumerah.id – Polres Gresik dibantu perangkat desa dan warga, berhasil menyelamatkan empat¹ orang wisatawan asal Sidoarjo yang tersesat saat pulang dari objek wisata Tanjung Ghe’en, Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean.
Kasi Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza saat dikonfirmasi mengatakan, mereka terdiri dari dua orang dewasa dan dua anak-anak Wisatawan itu berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, berkat laporan cepat ke layanan darurat 110 Polres Gresik
“Kami temukan sekitar pukul 19.00 WIB, setelah tim gabungan111 melakukan pencarian di hutan yang medannya dikenal sulit dan minim penerangan,” terang Hepi
Sementara Kepala Desa Kumalasa, Idham Cholik, mengungkapkan informasi awal diterimanya dari Polsek Sangkapura setelah adanya laporan masuk melalui call center 110 Polres Gresik.
“Sekitar pukul 18.00 WIB saya mendapat laporan dari kepolisian, bersama Koramil dan warga kami langsung bergerak melakukan pencarian,” ujar Cholik.
Proses pencarian tidak mudah karena jalur menuju Tanjung Ghe’en tidak bisa dilalui kendaraan bermotor, sehingga tim harus menyusuri jalur perbukitan dan hutan dengan berjalan kaki.
“Medannya berat dan gelap. Sekitar satu jam pencarian, akhirnya empat wisatawan itu berhasil kami temukan di pinggir pantai,” ungkapnya.
Para wisatawan mengaku tersesat karena kemalaman, dan salah mengambil jalur, yang justru membawa mereka kembali ke arah pantai.
“Mereka mengira itu jalan pulang, tapi justru kembali ke pantai. Akhirnya salah satu dari mereka berteriak minta tolong, dan suaranya terdengar oleh tim pencari,” jelas Cholik, yang akrab disapa Kholik.
Setelah sumber suara diketahui, tim langsung mengarah ke lokasi dan menemukan keempat wisatawan dalam keadaan selamat tanpa luka serius.
Selanjutnya mereka dievakuasi dan diistirahatkan di sekitar wilayah Kecamatan Sangkapura.
Kanit Reskrim Polsek Sangkapura Aipda Wijiono menyebut salah satu wisatawan sempat menghubungi layanan darurat 110 Polres Gresik untuk meminta pertolongan.
“Benar, ada laporan masuk melalui 110. Alhamdulillah, seluruh wisatawan berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Wijiono.
Diketahui, Tanjung Ghe’en berjarak sekitar lima kilometer dari permukiman warga. Aksesnya berupa jalan naik turun, medan terjal, dikelilingi hutan lindung, serta kondisi sinyal komunikasi yang tidak stabil, sehingga rawan bagi wisatawan yang berkunjung tanpa pendamping atau penerangan memadai.


