Niat Beli Motor, Alih Alih Pulang Bawa Motor, Setelah Bayar Malah Dituduh Menipu, Diludahi dan Mendapat Kekerasan Fisik.

Surabaya | lampumerah.id – Hati-hati dengan modus penipuan berkedok jual beli motor yang diiklankan oknum jahat melalui media sosial seperti market place di facebook. Korbannya tidak sedikit. Salah satunya, seperti yang baru saja terjadi dan menimpa Rizky Ramadhan (26) Warga Petemon, Sawahan, Kota Surabaya.

Niatnya beli motor second, bukan pulang bawah motor tapi setelah bayar malah diludahi dan mendapat kekerasan fisik. Ancaman dan bentakan harus diterima Risky sebagai korban oleh belasan pria bersama oknum pelaku pejual motor, dengan TKP sekitar Pabrik Plastik daerah Karang Pilang, Waru Gunung, Kota Surabaya, pada Kamis malam.

Rizky yang tertarik dengan iklan dan berniat membeli sebuah sepeda motor Honda Schoopy dengan harga penawaran awal Rp13,5 juta harus menerima naas. Alih alih dapat motor, tapi justru kehilangan uang DP pembayaran sebesar Rp10 juta dan mendapat intimidasi verbal serta ludahan kekerasan fisik dan tidak masuk akal.

Sesuatu yang tak pernah dibayangkan, apalagi dipikirkan dan ditengarai dilakukan oleh sejumlah oknum yang diduga menjadi bagian dari modus penipuan berkedok jual motor hingga membuat anak istrinya ketakutan dan jadi korban.

Kronologis dimulai melalui komunikasi awal oleh penjual motor Honda Schoopy  tahun 2022 di Market Place dengan foto wanita berjilbab dan nama penjual Widyayanti Daily melalui WA +62 8317 9742 466. Namun setelah kejadian, akun penjual ini seperti menghilang ditelan bumi.

Singkat cerita Rizky bersama istri dan seorang anak 3 tahun nya, mendatangi lokasi menuju alamat dimana unit motor berada dengan mengendarai motor bertiga. Sebagaimana alamat tertera dalam WA dari  nama kedok samara:  Rezeki Allah. Jelas bukan nama asli.

Sampai dilokasi, setelah maghrib, Rizky disambut seorang pria dengan ciri kulit putih, berkacamata, agak gemuk, mata sipit, usia  masih mudah, sekitar 30 tahun. Meski sempat bersalaman, namun tidak menyebut nama, pria inilah yang memegang unit motor Schoopy beserta surat surat STNK dan BPKB ditangan.

Riski pun dipersilahkan melakukan cek unit, dan tes drive. Pria tersebut minta tes drive sebatas area parkir pabrik, yang tak jauh dari Lokasi pertemuan, daerah karang Pilang, Surabaya. Usai tes terjadilah komunikasi transaksi. Tiba tiba datanglah satu orang usia paruh baya dengan ciri kepala agak botak.

“Saat saya tanya apa bisa kurang harganya, mas. Bagaimana kalo 12 juta saja, karena ban sudah tipis, mesin agak brebet,’’ kata Risky. Tapi yang jawab malah orang yang baru datang tersebut, dengan menyatakan motor masih bagus dan sudah jarang dipakai, karena orangnya sedang kuliah luar kota,’’timpalnya.

“Kalao soal harga tanya saja sama orang yang di Wa, mas,” kata pria pemegang motor dan suratnya. Setelah menerima nomor rekening BTN atas nama Anjasmara, melalui WA, atas arahan pria pemegang motor scopy dan surat, Riski pun mentransfer senilai Rp. 10 juta, melalui M-Banking sesuai limit ketetapan Livina Bank Mandiri, miliknya dengan komitmen akan ditransfer lagi esok pagi sebagai pelunasannya.

Insert: WA Chat Risky dengan Penjual Motor dan Risky korban penipuan saat di ruang penyidik Polsekta Karang Pilang, Surabaya, Kamis, (23/4/26)

Anehnya, setelah diberitahu Rizki usai ditransfer, Si Pria tersebut melempar pertanyaan, mengapa Riski transfer di nomor tersebut dengan nada menyalahkan. Drama modus intimidasi pun mulai dilakukan. Sambil memiting Riski pria tersebut merebut balik STNK dan BPKB dengan menuduh “kamu mau menipu ya?” dengan suara keras dan bentakan.

Saat itulah beberapa orang hadir dan anehnya serentak menyudutkan Rizky dengan tudingan penipu. Diantara mereka pasti saling kenal. Dan kalau mereka warga yang netral, tidak malah menyudutkan Risky yang bertubuh kecil. Sekalipun Reski menjelaskan dirinyalah yang ditipu, tapi tubuhnya yang kecil tak kuasa melawan belasan pria, malam itu.

“Saya ini anak kecil Mas, saya yang ditipu, saya ini korban kok malah saya yang disalahkan,’’ jelas Risky dengan ketakutan, memelas dan menangis.

Beberapa pria dengan ekspresi marah, membentak dengan alasan istri Risky, Ayu saat itu sudah menuduh mereka menipu, jadi alasan mereka tidak terima dan bertindak kasar. Risky dan istrinya pun diludahi dan diancam akan menghabisi kalau mengadu yang tidak tidak.

“Kamu itu dari tadi kok telponan. Telpon siapa? Ngadu sama siapa? Kamu yang transfer Cuma 10 juta, padahal harganya 13,5 juta, kok. Kalo macam macam tak mbes saiki nang kene, kate lapo,’’ hardik mereka kepada Rizky dengan nada Suroboyoan. Beruntung tak lama setelah itu, hamper satu jam mengalami intimidasi belasan oknum, empat orang polisi tiba dilokasi dan mengamankan Riski, istri dan anaknya ke kantor polisi. Kasus ini sedang ditangani pihak kanit reskrim Polsekta Karang Pilang, Surabaya.

Buyung, orang tua Rizky yang tiba dilokasi sebelum polisi tiba, pada pihak penyidik polsek Karaang Pilang menyatakan kasus ini bukan penipuan segitiga. Karena korbanya hanya pembeli, anaknya.

“Kalau penipuan segitiga, korbanya Penjual dan Pembeli. Ini kan tidak, Korbanya hanya anak saya, Risky, pembeli. Ini jelas penipuan dan kekerasan karena ada intimidasi verbal yang jauh lebih kejam dibanding kekerasan fisik. Pemilik jelas mengarahkan pembayaran via transfer pada nomor yang disebut pemilik motor, kok tiba-tiba seolah tidak kenal dan balik menuduh pembeli beritikad baik sebagai penipu. Kan aneh. Polisi harusnya tahu itu,’’tukasnya.

Tinggalkan Balasan