GRESIK | lampumerah.id – Pemerintah Kabupaten Gresik akan membangun kembali 2000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yang ditargetkan tahun 2028 tidak ada lagi RTLH di Gresik.
Salah satu upaya pembenahan RTLH di Gresik, dilakukan melalui program
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang tahun ini digelar di Desa Slempit Kecamatan Kedamean.
“Salah satu kegiatan TMMD di Desa Slempit akan merenovasi 6 unit rumah warga yang sudah sangat tidak layak huni. Anggaran setiap rumah Rp 30 juta, jadi total dana untuk RTLH sebesar Rp 180 juta,” ujar Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani usai membuka TMMD di Halaman Kantor Bupati Gresik, Rabu (22/4).
Saat membuka TMMD ke 128 yang bertema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa”, bupati menyampaikan TMMD merupakan program lintas sektoral yang melibatkan serta memadukan unsur TNI, kementrian, lembaga pemerintah non kementrian, pemerintah daerah serta segenap lapisan masyarakat.
Tujuannya adalah membantu pemerintah untuk ikut serta mendukung akselerasi pembangunan, baik fisik maupun non fisik.
“TMMD mempercepat upaya pembangunan daerah di seluruh pelosok nusantara yang sangat strategis dan efektif. Baik dilihat dari sisi pembangunan ekonomi, pertahanan keamanan, peningkatan cinta tanah air serta kesadaran berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Proses perencanaan TMMD selalu diawali dengan melibatkan berbagai instansi dan masyarakat, sebagai pelaku dan pengguna hasil TMMD dari perencanaan, pelaksanaan sampai pengawasan.
TMMD Ke-128 di Desa Slempit Kecamatan Kedamean dilaksanakan mulai 22 April hingga 22 Mei 2026. Sasaran fisik diarahkan pada pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana serta fasilitas umum yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Sasaran fisik dan pembangunan ini di antaranya pembangunan jalan, pengaspalan Jalan Poros desa (JPD) pengecoran Jalan Usaha Tani (JUT), normalisasi waduk dan perbaikan pintu DAM serta renovasi rumah tidak layak huni (RTLH),” terangnya.
Sasaran non fisik meliputi peningkatan kesadaran masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sikap bela negara, jiwa wirausaha serta meningkatkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Kegiatannya meliputi penyuluhan program bangga kencana, stunting, penghijauan dan program ketahanan pangan. Serta bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat,” tutur bupati.
Sementara Dandim 0817/Gresik Letkol Fadly Subur Karamaha, menjelaskan bahwa TMMD merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara menyeluruh. Ia menambahkan, sasaran fisik tidak hanya terbatas pada infrastruktur dasar, tetapi juga menyentuh sektor pertanian melalui normalisasi saluran air dari waduk ke area persawahan.
Selain pembangunan RTLH, program ini juga mencakup renovasi tempat ibadah sebagai bagian dari pendekatan sosial dan spiritual kepada masyarakat.
Untuk mengoptimalkan waktu pelaksanaan, pihaknya telah melaksanakan tahapan Pra-TMMD guna mempercepat proses pekerjaan di lapangan. Langkah ini dinilai efektif dalam memastikan seluruh target dapat diselesaikan tepat waktu.
“Dengan volume pekerjaan yang cukup besar, kami lakukan percepatan melalui pra-TMMD. Prinsipnya, seluruh sasaran harus rampung tanpa sisa,” ungkapnya.
Ditegaskan Dandim, pemilihan Desa Slempit sebagai lokasi TMMD didasarkan pada hasil kajian tingkat kesejahteraan dan kondisi infrastruktur wilayah. Desa tersebut dinilai masih membutuhkan sentuhan pembangunan, agar dapat sejajar dengan desa lain di Kabupaten Gresik.
Melalui program TMMD ke-128 ini, diharapkan Desa Slempit mampu menjadi contoh keberhasilan pembangunan desa berbasis kolaborasi, sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Saat upacara pembukaan, tampak hadir Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kasrem 0814/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura, jajaran Forkopimda Gresik, kepala OPD, camat, kepala desa, dan undangan lainnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


