GRESIK | lampumerah.id – Menjaga tradisi dan mengenang jasa leluhur sekaligus mempererat kebersamaan warga, Pemerintah Desa (Pemdes) Banyuwangi Kecamatan Manyar, menggelar rangkaian kegiatan haul desa yang dikemas dalam pengajian umum dalam rangka Sedekah Bumi Desa Banyuwangi dan Haul Tokoh. Sabtu (2/5) malam.

Haul tahun ini diadakan mulai 30 April hingga 2 Mei, dengan berbagai kegiatan religius bertujuan untuk mengenang tokoh-tokoh pendiri desa, di antaranya Mbah Buyut Dasmi, Mbah Buyut Singgih, dan Mbah Buyut Singopati.

Acara dimulai dengan khotmil Qur’an, tahlil bersama di makam para tokoh, istighosah di masjid, hingga pengajian umum yang dipusatkan di halaman Langgar Al-Mubarrok.

Pada acara puncak Kyai Suyitno Nurdin atau yang dikenal sebagai Gus Gendeng dari Kediri dihadirkan sebagai penceramah. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan lantunan sholawat dari grup Jamus Kalimosodo.

Farid Ma’ruf, ketua panitia memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi.

“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dana, tenaga, dan pikiran dari masyarakat. Kami juga mohon maaf jika masih terdapat kekurangan,” terangnya, Minggu (3/5).

Sekretaris Desa Banyuwangi, M Shobirin, mewakili Kepala Desa Hj. Siti Nur Maslahah menyampaikan bahwa kegiatan haul merupakan bagian dari budaya lokal yang harus terus dilestarikan.

“Ini adalah bentuk tradisi dan budaya kita untuk memperkuat silaturahmi, agar masyarakat tetap guyub dan rukun,” terangnya.

Sementara dalam tausiyahnya, Kyai Suyitno Nurdin menekankan pentingnya memperbaiki hati sebagai kunci utama dalam kehidupan. Ia mengingatkan bahwa penampilan luar bukanlah hal utama, dibandingkan dengan kebersihan hati.

“Yang penting itu isi hati, bukan hanya tampilan luar. Percuma terlihat baik jika hatinya tidak. Kita harus belajar menenangkan diri dan menjaga hati,” pesannya.

Tinggalkan Balasan