Bekasi | Lampumerah.id – Aksi kekerasan jalanan kembali terjadi di Kabupaten Bekasi. Dua warga menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang tak dikenal yang diduga membawa senjata tajam, Minggu (10/5/2026) malam.
Salah satu korban, Amir Mahmud (41), menuturkan insiden bermula saat dirinya bersama rekan-rekannya baru selesai melakukan aktivitas pemasangan layar drone di kawasan Cafe Story di Kelurahan Telaga Asih, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Saat itu, mereka mendapat informasi akan ada aksi sweeping oleh rombongan bermotor.
“Awalnya kami lagi pemasangan layar drone di Cafe Story. Terus dapat kabar dari teman-teman katanya mau ada sweeping. Dari situ kami balik ke basecamp, nongkrong di depan jalan,” ujar Amir saat diwawancarai.
Namun sekitar 30 menit kemudian, rombongan bermotor dalam jumlah besar melintas di lokasi dan bentrokan pun tak terhindarkan
“Langsung saling serang. Nggak ada cekcok, nggak ada ngomong apa-apa, tiba-tiba langsung nyerang,” katanya.
Menurut Amir, jumlah penyerang diperkirakan mencapai lebih dari 30 orang dengan iring-iringan sekitar 15 sepeda motor, masing-masing ditumpangi dua hingga tiga orang. Kelompok tersebut disebut datang tanpa atribut atau identitas tertentu.
“Mereka nggak pakai atribut supporter apa pun, nggak ada. Cuma rombongan aja. Indikasinya gangster,” ungkapnya.
Dalam serangan itu, Amir mengalami sejumlah luka lecet dan memar di beberapa bagian tubuh. Sementara rekannya, Ade Saputra (29), warga Telaga Asih, mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam di bagian leher dan kepala.
“Teman saya ini lihat saya dikepung kiri kanan. Dia nolongin saya, tapi malah dia yang jatuh dan kena bacok,” tutur Amir.
Beruntung, aparat kepolisian disebut cepat tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan penanganan, termasuk mendatangi rumah sakit tempat korban dirawat.
Amir menduga aksi penyerangan berkaitan dengan suasana pertandingan panas Persib Bandung kontra Persija Jakarta yang berlangsung pada hari yang sama. Ia menyebut sejumlah titik di wilayah Bekasi diketahui menjadi lokasi berkumpul massa untuk menonton pertandingan bersama.
“Hari itu kan ada pertandingan Persib lawan Persija. Kemungkinan mereka sweeping, cari-cari keributan. Tapi kami juga nggak tahu mereka ini siapa, karena nggak ada seragam, nggak ada identitas,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait motif penyerangan maupun identitas kelompok pelaku. Polisi diharapkan segera mengusut tuntas aksi brutal tersebut untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


