Bekasi | Lampumerah.id – Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Golkar, Ahmad Bin Olim, menggelar reses Tahun Sidang II Masa Persidangan Kedua Tahun Anggaran 2026 di Kampung Mariuk, Desa Gandasari, Kecamatan Cikarang Barat. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan di tingkat akar rumput.

‎Dalam reses tersebut, isu pengangguran di wilayah Cikarang Barat dan Cibitung menjadi sorotan utama. Ahmad Bin Olim yang duduk di Komisi II mengakui, persoalan ketenagakerjaan bukan menjadi ranah langsung komisinya.

‎“Untuk persoalan pekerjaan, tidak bisa ujug-ujug langsung ke Dinas Tenaga Kerja. Saya harus berkolaborasi dengan rekan-rekan di Komisi IV. Insya Allah keluhan ini akan saya sampaikan, karena ini sudah menjadi persoalan kompleks di Kabupaten Bekasi,” ujar Ahmad.

‎Selain itu, aspirasi terkait pelestarian budaya juga mencuat. Edo, perwakilan Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Bekasi, mengeluhkan minimnya dukungan anggaran terhadap kegiatan budaya lokal seperti babaritan dan adu bedug di Desa Gandasari.

‎“Kami rutin menggelar kegiatan budaya, tapi saat diajukan anggarannya selalu nihil. Padahal ini bisa menggerakkan UMKM di wilayah kami,” ungkap Edo.

‎Menanggapi hal tersebut, Ahmad Bin Olim menyatakan komitmennya untuk menelusuri persoalan anggaran.

‎“Nanti akan kita cari tahu. Saya akan tanyakan langsung ke dinas terkait, bahkan saya akan ‘intip’ besarannya. Saya ingin memastikan dulu ketersediaan anggaran agar bisa kita dorong,” jelasnya.

 

‎Reses ini diharapkan menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah daerah, sekaligus memastikan aspirasi warga Gandasari tidak berhenti sebagai wacana.

Tinggalkan Balasan