GRESIK | lampumerah.id – Sebanyak 1.095 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026, secara resmi dilepas untuk bekerja di wilayah Kabupaten Gresik mulai Senin (25/6) hingga 31 Agustus 2026.

Pelepasan ribuan petugas dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, di Hotel Aston Gresik, Minggu (14/6à).

Sekda Washil mengingatkan bagi Kabupaten Gresik, pelaksanaan Sensus Ekonomi memiliki arti penting mengingat Gresik merupakan salah satu pusat industri dan simpul ekonomi di Jawa Timur.

“Kabupaten Gresik merupakan pusat industri, jasa, perdagangan, dan logistik di Jawa Timur. Karena itu, sensus ini penting untuk memetakan karakteristik ekonomi daerah secara lebih tepat,” ungkap Sekda Washil.

Ia juga menyebut keberadaan sejumlah kawasan industri, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Kawasan Industri Maspion (KIM) dan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), menjadi potensi yang perlu didukung dengan data ekonomi yang akurat. Selain itu, sektor UMKM, perdagangan, maritim, dan ekonomi kreatif juga perlu dipetakan secara menyeluruh.

Kepada para petugas lapangan, Sekda Washil berpesan agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi integritas. Menurutnya, kualitas data sangat ditentukan oleh kinerja petugas di lapangan.

“Laksanakan tugas dengan profesional, jujur, objektif, dan disiplin. Jaga sikap santun saat berinteraksi dengan masyarakat karena kepercayaan masyarakat menjadi modal utama dalam menyukseskan pendataan,” tegasnya.

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Gresik siap mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Berbagai upaya sosialisasi telah dilakukan melalui media sosial, podcast, majalah elektronik, website pemerintah daerah, hingga koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan.

Kepala BPS Kabupaten Gresik, Indriya Purwaningsih, mengatakan Sensus Ekonomi 2026 merupakan pendataan ekonomi terbesar dan paling lengkap yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali.

Menurutnya, keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh metode maupun teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kualitas kerja para petugas di lapangan.

“Keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh desain metodologi maupun teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kualitas kerja para petugas di lapangan,” ujarnya.

Indriya menjelaskan petugas akan melakukan pendataan secara door to door, terhadap berbagai jenis usaha di wilayah masing-masing. Ia meminta seluruh petugas untuk menerapkan materi yang telah diperoleh selama pelatihan, dan mematuhi standar operasional yang telah ditetapkan.

“Kualitas data yang dihasilkan sangat bergantung pada dedikasi dan profesionalisme petugas di lapangan,” katanya.

Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali, untuk menyediakan data dasar berbagai kegiatan ekonomi di Indonesia.

Fata yang dihasilkan melalui Sensus Ekonomi 2026, akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional.

Hasil sensus nantinya akan memberikan dampak strategis bagi berbagai sektor, mulai dari penguatan investasi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan UMKM, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan