GRESIK | lampumerah.id – Adanya aksi demo besar-besaran pesilat di Kota Surabaya, Jumat (31/7) membuat Polres Gresik menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dan penyekatan di Jalan Raya Ngasinan, Kepatihan, Kecamatan Menganti, tepatnya di depan Ruko Paragon.

​Langkah antisipatif ini dipimpin langsung Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, didampingi Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman dan Kapolsek Kedamean AKP Sulistio Bimantoro.

Selain menerjunkan personel kepolisian, pengamanan juga melibatkan unsur Pengamanan Teratai (Pamter), yang dihadiri Ketua Pamter Widji serta Ketua Ranting Menganti, Ahmad Dawai.

​Kapolres menjelaskan siaga pengamanan di titik perbatasan ini, guna menjaga kondusivitas wilayah hukum Gresik, sekaligus memantau pergerakan kelompok masyarakat yang hendak bertolak ke Surabaya.

​”Kami melakukan langkah pencegahan dan pengamanan intensif di titik-titik penyekatan. Fokus utama kami memastikan situasi keamanan, dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Gresik tetap aman dan kondusif,” ujar AKBP Ramadhan Nasution.

​Melalui sinergi antara kepolisian dan tokoh Pamter di lapangan, imbauan secara humanis terus disampaikan kepada massa agar tidak terprovokasi dan menyerahkan penuh proses hukum kepada pihak berwajib. Hingga berita ini diturunkan, situasi di perbatasan Gresik-Surabaya terpantau aman dan terkendali.

Tinggalkan Balasan