GRESIK | lampumerah.id – PT Petrokimia Gresik (Persero) meraih penghargaan The Largest Investment Realization Contributor in the Domestic Investment Company/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Category in 2025 dari Pemerintah Kabupaten Gresik.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kepada Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Nuril Huda pada acara The 1st Gresik Business Forum di Gresik.
Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Gresik karena ini sebagai bentuk pengakuan atas komitmen Petrokimia Gresik dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui investasi yang berkelanjutan.
“Investasi yang kami lakukan tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing perusahaan, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi masyarakat melalui penguatan rantai pasok industri, peningkatan aktivitas ekonomi, pemberdayaan UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gresik,” ujar Daconi.
Daconi menegaskan, Petrokimia Gresik akan terus menghadirkan investasi yang memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Setiap investasi yang dijalankan perusahaan, diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
“Bagi Petrokimia Gresik, investasi bukan sekadar meningkatkan kapasitas bisnis perusahaan, tetapi juga harus mampu memperkuat perekonomian daerah, memperluas kemitraan dengan pelaku usaha lokal, menjaga kelestarian lingkungan, serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Daconi.
Daconi menambahkan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Petrokimia Gresik untuk terus menghadirkan investasi yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Melalui investasi tersebut, perusahaan berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan usaha yang bertanggung jawab, memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat, serta memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


