Bekasi | Lampumerah.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cikarang menggandeng Institut Islam Syekh Mustahar untuk menyosialisasikan program pendidikan kepada warga binaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan melalui akses pendidikan tinggi.

‎Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pendopo Lapas Kelas IIA Cikarang, Kamis (9/7/2026), diikuti oleh 31 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). 

‎Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

‎Sosialisasi tersebut turut didampingi Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Eko Adi Prasetio, S.H., M.M., serta Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Samuel Fredrick Natanael Sidabutar, S.Tr.Pas., M.H. Keduanya memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan program pembinaan berbasis pendidikan di Lapas Kelas IIA Cikarang.

‎Kegiatan diawali dengan penyampaian tujuan pelaksanaan sosialisasi yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai sarana pembentukan karakter, peningkatan wawasan, serta bekal kompetensi bagi warga binaan.

‎Selanjutnya, tim dari Institut Islam Syekh Mustahar memaparkan profil kampus, visi dan misi institusi, program studi yang tersedia, mekanisme penerimaan mahasiswa, persyaratan administrasi, sistem perkuliahan, hingga berbagai peluang pendidikan yang dapat diikuti oleh warga binaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

‎Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Beragam pertanyaan diajukan, mulai dari proses perkuliahan, metode pembelajaran, persyaratan akademik, hingga peluang melanjutkan pendidikan setelah menyelesaikan masa pidana. Seluruh pertanyaan dijawab secara komprehensif oleh narasumber dari Institut Islam Syekh Mustahar.

‎Kepala Lapas Kelas IIA Cikarang, Urif Dharma Yoga, mengatakan kegiatan ini diharapkan menjadi awal terjalinnya sinergi yang kuat antara Lapas Kelas IIA Cikarang dengan Institut Islam Syekh Mustahar dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan bagi warga binaan.

‎”Program ini merupakan bagian dari implementasi pembinaan yang humanis, produktif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kami berharap semakin banyak warga binaan yang memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi, wawasan, dan kualitas diri melalui pendidikan tinggi,” ujar Urif.

‎Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif. Ke depan, pihak Lapas akan menindaklanjuti hasil sosialisasi melalui koordinasi lebih lanjut dengan Institut Islam Syekh Mustahar terkait peluang pelaksanaan program pendidikan di Lapas Kelas IIA Cikarang.

‎Selain itu, Lapas juga akan melakukan pendataan terhadap warga binaan yang berminat mengikuti program pendidikan sebagai dasar penetapan peserta sesuai dengan persyaratan akademik yang telah ditentukan.

Tinggalkan Balasan