BEKASI | Lampumerah.id – Film dokumenter bertajuk “SINYAL DARI 2036” karya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita Bangsa (UPB) mendapat perhatian dari masyarakat Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Film tersebut dinilai tidak sekadar mendokumentasikan rangkaian kegiatan KKN, tetapi juga berupaya merekam kehidupan sosial dan perubahan masyarakat Sukadanau dari sudut pandang mahasiswa yang menjalankan pengabdian di tengah warga.

Apresiasi terhadap film itu salah satunya disampaikan warga Sukadanau setelah menyaksikan karya tersebut.

“Ini menang, kalau filmnya dilombakan,” ujar salah seorang warga.

Pernyataan tersebut muncul setelah warga melihat bagaimana berbagai aktivitas dan kehidupan masyarakat Sukadanau dikemas dalam bentuk dokumenter.

Tokoh pemuda Sukadanau, Bang Yogi, menilai film tersebut mampu menggambarkan perubahan kultur masyarakat dari waktu ke waktu.

“Terlihat jelas realita kenyataannya, perubahan culture dari masa ke masa,” katanya.

Menurutnya, film tersebut menarik karena tidak hanya menampilkan sisi kegiatan mahasiswa selama KKN, tetapi juga memperlihatkan kondisi sosial masyarakat yang menjadi bagian dari kehidupan Desa Sukadanau.

Sukadanau merupakan wilayah yang terus mengalami perkembangan. Pertemuan antara masyarakat lokal, pendatang, serta kaum urban turut membentuk dinamika sosial yang menjadi bagian dari perubahan desa.

Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu sisi yang coba direkam mahasiswa KKN UPB melalui “SINYAL DARI 2036”.

Dengan dukungan teknologi digital dan proses penyuntingan, berbagai aktivitas mahasiswa bersama masyarakat dirangkai menjadi sebuah cerita visual. Kegiatan sosial, interaksi dengan warga, dinamika kehidupan desa, hingga pesan mengenai perubahan sosial disajikan dalam satu alur dokumenter.

Apresiasi juga datang dari Ari Apriyanto, salah seorang pegawai desa. Ia menilai karya tersebut memiliki kualitas dan pesan yang cukup kuat untuk diikutsertakan dalam ajang perlombaan.

“Film ini seharusnya dilombakan dan saya yakin menang. Dari setiap kualitas KKN ya harus begini. Ada pesan, ada kesan, ada ilmu yang ditinggalkan,” ujarnya.

Menurut Ari, sebuah kegiatan KKN idealnya tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan lokasi pengabdian. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama berada di tengah masyarakat dapat dituangkan dalam sebuah karya yang meninggalkan jejak.

Hal tersebut menjadi salah satu pesan yang terlihat dalam “SINYAL DARI 2036”.

Film ini mencoba menjawab pertanyaan mengenai apa yang tersisa setelah kegiatan KKN berakhir. Bukan hanya dokumentasi kegiatan, tetapi juga cerita mengenai masyarakat, pengalaman mahasiswa, serta perubahan yang mereka lihat selama berada di Sukadanau.

Dengan pendekatan dokumenter, film tersebut menjadi catatan visual mengenai kehidupan Sukadanau pada masa kini.

Apakah “SINYAL DARI 2036” layak masuk nominasi dalam sebuah ajang film dokumenter atau kompetisi karya mahasiswa? Penilaian tentu berada di tangan dewan juri.

Namun, apresiasi masyarakat terhadap film tersebut menunjukkan bahwa karya KKN tidak selalu harus berhenti sebagai laporan kegiatan. Ketika dikemas secara kreatif, pengalaman pengabdian dapat menjadi sebuah karya yang memiliki nilai dokumentasi, sosial, dan edukasi.

Pada akhirnya, “SINYAL DARI 2036” bukan hanya bercerita tentang mahasiswa yang menjalankan KKN.

Film tersebut menjadi catatan tentang Sukadanau hari ini, sekaligus sebuah pesan untuk melihat bagaimana desa dan masyarakatnya terus berubah menuju masa depan.

Tinggalkan Balasan