SURABAYA l Lampumerah.id – Pergantian jabatan merupakan bagian dari perjalanan pengabdian seorang prajurit TNI. Namun, bagi insan pers Jawa Timur, Mayjen TNI Rudy Saladin meninggalkan lebih dari sekadar catatan kepemimpinan selama menjabat Pangdam V/Brawijaya. Ia juga meninggalkan kenangan tentang sosok pemimpin yang hangat, terbuka, bersahaja, dan mampu membangun hubungan akrab dengan berbagai kalangan, khususnya insan pers.

Kini, Rudy Saladin mendapat amanah baru sebagai Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI (Wadansesko TNI). Perpindahan tugas tersebut menjadi momentum bagi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur untuk menyampaikan apresiasi sekaligus ungkapan terima kasih atas persahabatan yang telah terjalin.

Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim menyampaikan, Rudy Saladin merupakan sosok pemimpin yang memiliki pemahaman baik terhadap peran pers dalam kehidupan demokrasi. Pers tidak hanya dipandang sebagai institusi penyampai informasi, tetapi juga memiliki fungsi penting dalam mengedukasi masyarakat, memberikan pencerahan, serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan publik.

“Beliau memahami bahwa pers bukan sekadar penyampai berita. Pers memiliki peran strategis dalam kehidupan demokrasi, mulai dari memberikan edukasi, pencerahan, hingga menjembatani kebijakan dengan masyarakat,” ungkap Ketua PWI Jatim.

Menurutnya, pemahaman tersebut menjadi modal penting dalam membangun hubungan yang sehat antara TNI dan media. Hubungan keduanya tidak semestinya hanya didasarkan pada kepentingan sesaat, tetapi harus dibangun melalui kepercayaan, keterbukaan, dan kesadaran bersama untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.

Salah satu hal yang paling berkesan dari Rudy Saladin adalah gaya komunikasinya yang santai, cair, dan egaliter. Meski memiliki pangkat dan kewibawaan sebagai seorang jenderal, ia tidak menjadikan jabatan sebagai pembatas dalam berinteraksi.

“Beliau mampu menempatkan diri secara terbuka dan bersahaja. Tidak ada sekat pangkat maupun profesi ketika berkomunikasi. Bagi kami, inilah gambaran pemimpin yang memiliki kewibawaan sekaligus mampu menghargai orang lain,” ujarnya.

Kenangan lain yang tak terlupakan adalah ketika Rudy Saladin menghadirkan anugerah atau penghargaan khusus bagi wartawan saat menjabat Pangdam V/Brawijaya. Gagasan tersebut menjadi bentuk apresiasi yang istimewa bagi insan pers.

Selama ini, wartawan lebih sering memberikan penghargaan kepada berbagai pihak melalui pemberitaan maupun kegiatan anugerah. Namun, melalui gagasan Rudy Saladin, wartawan justru mendapat apresiasi langsung dari institusi militer.

“Ini merupakan gagasan yang sederhana, tetapi memiliki makna mendalam. Wartawan yang selama ini memberikan apresiasi kepada banyak pihak ternyata juga layak mendapatkan penghargaan atas kerja keras, dedikasi, dan pengabdiannya,” tuturnya.

Tak hanya dalam membangun hubungan dengan media, kepemimpinan Rudy Saladin selama di Kodam V/Brawijaya juga meninggalkan kesan melalui pendekatan teritorialnya.

Menurut Ketua PWI Jatim, tugas seorang Pangdam tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mendorong kehidupan sosial masyarakat yang lebih baik.

Pendekatan tersebut membutuhkan lebih dari sekadar kehadiran aparat di tengah masyarakat. Diperlukan kepedulian, komunikasi, serta keterlibatan nyata agar keberadaan TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Pemimpin tidak cukup hanya hadir dan memberikan arahan. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun komunikasi, memahami kebutuhan masyarakat, serta menunjukkan kepedulian melalui tindakan nyata,” tambahnya.

Kini, dengan amanah baru sebagai Wadansesko TNI, Rudy Saladin memiliki kesempatan untuk membagikan pengalaman dan nilai-nilai kepemimpinannya kepada generasi penerus TNI.

Pengalaman berinteraksi dengan berbagai kalangan, termasuk insan pers, diyakini menjadi bekal berharga dalam menjalankan tugas tersebut. Sebab, kepemimpinan tidak hanya diukur dari kemampuan memberikan perintah, tetapi juga dari kecakapan memahami orang lain, membangun kepercayaan, dan merawat kebersamaan.

Atas nama PWI Jawa Timur, Ketua PWI Jatim menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Mayjen TNI Rudy Saladin atas keterbukaan, persahabatan, dan keteladanan selama bertugas di Kodam V/Brawijaya.

“Bagi saya, Rudy Saladin bukan sekadar seorang Pangdam yang pernah menjalin hubungan baik dengan insan pers. Beliau adalah sahabat yang membuat kami merasa dihargai, didengar, dan diterima tanpa sekat pangkat maupun profesi,” ungkapnya.

Ia berharap, semangat kepemimpinan yang bersahaja, terbuka, dan penuh kepedulian tersebut terus melekat dalam setiap perjalanan pengabdian Rudy Saladin.

“Selamat bertugas di tempat yang baru, Jenderal. Jawa Timur mungkin bukan lagi menjadi ruang tugas Anda, tetapi persahabatan yang telah terbangun tidak akan berhenti karena perpindahan jabatan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam setiap langkah pengabdian,” pungkasnya.(*/BRM)

Tinggalkan Balasan