GRESIK | lampumerah.id – Silika merupakan produk samping dari proses produksi aluminium fluorida (AlF₃). Setiap bulan, unit produksi tersebut menghasilkan sekitar 990 ton silika dalam bentuk padatan. Volume tersebut membutuhkan pengelolaan serta area penyimpanan yang memadai.

“Tantangan tersebut kemudian mendorong Petrokimia Gresik mengembangkan silika sebagai alternatif bahan penyaring pada proses produksi asam sulfat,” ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob terkait diperolehnya Sertifikat Paten Sederhana dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Asam sulfat merupakan salah satu bahan yang digunakan dalam proses produksi pupuk. Dalam proses produksinya, terdapat tahapan penyaringan belerang cair untuk menghasilkan bahan yang bersih dan memenuhi standar mutu.

Melalui inovasi yang dikembangkan Petrokimia Gresik, silika hasil samping produksi aluminium fluorida kini dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan penyaring dalam proses tersebut.

Pemanfaatan silika ini memberikan manfaat ganda bagi perusahaan. Selain mengoptimalkan produk samping agar memiliki nilai guna, inovasi tersebut juga mengurangi kebutuhan terhadap bahan penyaring dari pihak lain serta berpotensi menekan biaya proses produksi.

Dari sisi ekonomi, pemanfaatan silika sebagai alternatif bahan penyaring diproyeksikan mampu memberikan potensi penghematan hingga sekitar Rp 259,6 juta per tahun.

Efisiensi tersebut berasal dari pengurangan kebutuhan pembelian diatomaceous earth, serta optimalisasi pemanfaatan produk samping silika yang sebelumnya membutuhkan pengelolaan dan penyimpanan tersendiri.

“Melalui inovasi ini, kami ingin membangun cara pandang bahwa produk samping tidak selalu menjadi beban pengelolaan. Dengan riset dan inovasi yang tepat, material tersebut dapat dikembangkan menjadi solusi yang mendukung efisiensi dan keberlanjutan proses industri,” jelas Daconi.

Tinggalkan Balasan