JAKARTA | lampumerah.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengoptimalkan penggunaan biomassa, sebagai bahan bakar alternatif, dalam proses produksi semen di Pabrik Tuban, Jawa Timur.
Jenis biomassa yang digunakan di antaranya sekam padi, cocopeat (serbuk halus dari sabut kelapa), bonggol jagung, serbuk gergaji, hingga ampas tebu.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra mengatakan, penggunaan biomassa jenis sekam padi di SIG Pabrik Tuban menempati posisi pertama dengan porsi konsumsi terbesar mencapai 400 ton per hari yang dipasok dari petani dan 10 perusahaan penggilingan padi di wilayah Tuban, Lamongan, Bojonegoro, hingga Rembang.
”Penggunaan biomassa membantu Perusahaan mendapatkan sumber energi alternatif untuk meningkatkan keandalan operasi dan memperkuat iniastif semen hijau yang rendah emisi. Di saat yang bersamaan, juga turut menciptakan nilai ekonomi baru bagi petani dan perusahaan penggilingan padi,” kata Indrieffouny Indra melalui rilis yang diterima redaksi.
Salah satu pemasok sekam padi ke SIG Pabrik Tuban Irsan Yanuardi Direktur PT Pionir Nusantara Sukses mengatakan, setiap bulan perusahaannya memasok sekitar 2.500 – 3.000 ton sekam padi ke SIG Pabrik Tuban.
Limbah penggilingan padi tersebut mayoritas diperoleh dari pengepul di Tuban, Lamongan dan Bojonegoro, sebagian langsung dari petani. Sejak awal 2025 hingga saat ini, total sekam padi yang telah dipasok ke SIG Pabrik Tuban mencapai sekitar 20.000 ton.
Menurut Irsan, pendapatan dari usaha pengumpulan dan pemasokan sekam padi secara rata-rata cenderung mengalami peningkatan. Meskipun dalam praktiknya masih menghadapi sejumlah tantangan yang membuat pendapatan fluktuatif, seperti faktor cuaca dan ketersediaan sekam.
“Karena koordinasinya berjalan baik, mulai dari penerimaan, sampai pembayaran yang terbilang lancar. Kami berharap kerja sama ini bisa berlanjut terus,” ujar Irsan Yanuardi.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


