GRESIK | lampumerah.id – .Program Petrokimia Media Award (PMA) dikembangkan tidak sekadar sebagai program kompetisi dan apresiasi karya jurnalistik, tetapi juga menjadi sarana edukasi, interaksi, serta pengalaman langsung bagi insan media.
“Program tersebut dilaksanakan secara rutin setiap caturwulan, dengan melibatkan jurnalis yang bertugas di Kabupaten Gresik,” ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob.
Melalui PMA, media mendapatkan kesempatan memperdalam pemahaman mengenai industri pupuk, proses bisnis perusahaan, kebijakan pupuk bersubsidi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), lingkungan, keberlanjutan, serta berbagai isu strategis lainnya.
Kegiatan PMA dikemas secara interaktif dan partisipatif melalui sharing session, diskusi tematik, kuis edukatif, hingga kegiatan berbasis pengalaman langsung
Kegiatan yang telah dilaksanakan, antara lain Warta Quiz dengan konsep kompetisi “Ranking 1”, simulasi penggunaan alat pemadam api ringan, simulasi penanganan kebakaran, serta praktik pertolongan pertama dan resusitasi jantung paru atau CPR.
Pemahaman yang utuh terhadap suatu isu, akan membantu media menyampaikan informasi kepada masyarakat secara semakin akurat dan berimbang.
“Hal ini penting, terutama untuk isu strategis seperti pupuk bersubsidi, lingkungan, keselamatan kerja, dan ketahanan pangan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat,” ungkap Daconi.
PMA mewadahi karya jurnalistik dari media online, media cetak, dan televisi melalui sejumlah kategori. Antara lain Karya Jurnalistik Terbanyak, Karya Jurnalistik Terbaik, serta Karya Jurnalistik Non-rilis Terbaik.
Khusus Kategori Non-rilis diharapkan insan media menggali informasi secara lebih mendalam, di luar materi siaran pers perusahaan. Mulai kinerja perusahaan, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), inovasi, keberlanjutan, hingga kontribusi Petrokimia Gresik bagi masyarakat.
Sepanjang tahun 2025, PMA melibatkan 78 wartawan, dengan mencatat tingkat kepuasan dan pemahaman wartawan sebesar 88,76 persen.
‘Capaian tersebut menunjukkan bahwa PMA tidak hanya meningkatkan interaksi dengan media, tetapi juga memperkuat pemahaman terhadap isu perusahaan dan industri pupuk,” ujar Daconi.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


