GRESIK | lampumerah.id – GladiAgro adalah inovasi yang lahir dari kepedulian Petrokimia Gresik, terhadap menurunnya kualitas tanah pertanian di Indonesia.
Kondisi ini antara lain dipengaruhi oleh penggunaan pupuk yang belum berimbang, serta masih adanya praktik pembakaran limbah pertanian.
Berdasarkan hasil pengujian terhadap 40.282 sampel tanah, yang dilakukan Petrokimia Gresik sejak 2016 di 27 provinsi, sebanyak 91,9 persen sampel menunjukkan kandungan karbon organik yang rendah.
“Kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas dan kesuburan tanah, mengurangi efektivitas pemupukan, serta membuat peningkatan produktivitas pertanian menjadi kurang optimal,” ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Kotob.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, GladiAgro memanfaatkan produk hayati berbasis mikroba unggul. Petro Gladiator untuk mengolah limbah pertanian menjadi Nutrisi Organik Cair (NOC).
Nutrisi tersebut kemudian dikembalikan ke lahan, untuk meningkatkan kandungan bahan organik, memperbaiki struktur tanah, dan membantu memulihkan kesuburannya.
“GladiAgro menyasar akar permasalahan pertanian berupa rendahnya kesuburan tanah. Petro Gladiator berperan sebagai dekomposer untuk membantu meningkatkan kandungan bahan organik. Ketika kualitas tanah membaik, penyerapan unsur hara menjadi lebih optimal sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat dan lahan lebih adaptif terhadap perubahan iklim,” jelas Daconi.
Dalam implementasinya, GladiAgro telah diterapkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada berbagai komoditas pangan dan hortikultura. Program ini diperkuat dengan AgrooFertile App berbasis Artificial Intelligence (AI), atau kecerdasan buatan yang mampu memberikan rekomendasi pemupukan spesifik komoditas.
Melalui AgrooFertile App, petani dapat memperoleh rekomendasi pemupukan yang sesuai dengan komoditas dan kondisi lahannya. Dengan demikian, pemupukan dapat dilakukan secara lebih presisi, efisien, dan ramah lingkungan.
Selain itu, GladiAgro memiliki potensi untuk direplikasi pada berbagai komoditas dan wilayah. Inovasi ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang ketahanan pangan, SDG 4 tentang peningkatan kapasitas petani, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 15 tentang pemulihan ekosistem daratan, serta SDG 17 tentang penguatan kolaborasi multipihak.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


