GRESIK | lampumerah.id – Ada kisah dibalik cerita kenapa Petrokimia Gresik menjadi perusahaan negara pertama yang bisa membantu korban gempa di NTT.

Sebelumnya, Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT.

Kegiatan yang melibatkan Relawan Bakti BUMN tersebut semula difokuskan pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sektor pertanian melalui program TAJUMASE (Tani Maju Makmur Sejahtera).

Namun, bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT Sabtu (15/8). Situasi tersebut membuat fokus kegiatan dirubah, dari agenda pemberdayaan menjadi dukungan tanggap darurat, bagi masyarakat terdampak gempa.

“Program ini awalnya kami siapkan untuk mendorong pemberdayaan di sektor pertanian. Namun ketika terjadi bencana, kami bersama Pupuk Indonesia dan Relawan Bakti BUMN menyesuaikan program agar kehadiran kami di NTT memberikan manfaat yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini,” jelas Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, di Gresik.

Menurut Daconi, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Petrokimia Gresik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk ketika menghadapi kondisi darurat.

Daconi berharap, kondisi di wilayah terdampak segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya.

“Semoga seluruh masyarakat NTT diberikan kekuatan dan ketabahan, para korban yang terluka segera pulih, serta kondisi di wilayah terdampak segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan