JAKARTA | lampumerah.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mempercepat langkah penanganan ketersediaan pasokan semen di Aceh, melalui optimalisasi produksi dan distribusi dalam jaringan SIG Group.

Langkah tersebut mendapat kepastian setelah Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, melakukan kunjungan kerja untuk memimpin koordinasi lapangan dan memastikan pasokan semen di tengah peningkatan kebutuhan pasar yang berdampak pada keterbatasan pasokan di sejumlah wilayah serta fluktuasi harga di toko.

Sebagai produsen bahan bangunan terbesar di Indonesia, Indrieffouny Indra menegaskan komitmen SIG untuk menjaga keberlangsungan pasokan semen bagi masyarakat dan pembangunan di wilayah Sumatra.

Selama kunjungan di Aceh, Indrieffouny Indra meninjau operasional PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga, mengevaluasi kesiapan fasilitas produksi, distribusi, dan logistik, meninjau jaringan distribusi dan berdialog bersama distributor utama guna memastikan ketersediaan semen di pasar.

“Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan setiap hambatan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan. Prioritas kami adalah, memastikan kebutuhan masyarakat dan pembangunan tetap terpenuhi melalui pasokan semen yang memadai dan distribusi yang semakin lancar,” kata Indrieffouny Indra melalui rilis yang diterima redaksi, Selasa (4/8) malam.

Untuk mempercepat pemulihan kondisi pasar, SIG menyiapkan sejumlah langkah strategis. Antara lain:
Mengoptimalkan produksi dan pengeluaran dari Pabrik Lhoknga dan Packing Plant Lhokseumawe, serta menambah pasokan ke pasar melalui Packing Plant Malahayati.

Memperkuat koordinasi dengan distributor, mitra logistik, dan pemerintah daerah untuk mempercepat penyaluran hingga tingkat pasar;
Melakukan pemantauan harian terhadap kondisi stok, distribusi, dan permintaan sebagai dasar pengambilan keputusan operasional secara cepat.

Menurut Indrieffouny Indra, tantangan distribusi di wilayah Aceh dan tingginya mobilitas permintaan, memerlukan koordinasi yang erat antara perusahaan, pemerintah, distributor, dan mitra logistik. Oleh karena itu, SIG membentuk mekanisme koordinasi intensif lintas fungsi agar setiap perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami ingin memastikan, masyarakat dan para pelaku pembangunan memperoleh kepastian pasokan. Seluruh sumber daya SIG kami arahkan untuk mempercepat pemulihan distribusi sehingga kondisi pasar dapat kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin,” ujarnya.

Selain memastikan kelancaran pasokan, SIG juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, jaringan distributor, dan pemangku kepentingan lainnya guna menjaga distribusi berjalan secara tertib dan efisien.

Perusahaan mengimbau seluruh mitra penyalur untuk mengedepankan praktik distribusi yang sehat dan bertanggung jawab, sehingga produk dapat diterima konsumen secara merata.

Tinggalkan Balasan