SERANG l lampumerah.id – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal cepat Arupadhatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda. Memasuki hari ketiga perpanjangan sekaligus hari terakhir operasi, Kamis (17/9/2026), area pencarian diperluas hingga 8.509 nautical mile (NM) persegi dengan melibatkan 24 kapal.
Kasubsi Operasi SAR Banten, Rizky Dwianto, mengatakan pencarian akan dimaksimalkan dengan memperluas sektor dan menambah alat utama.
“Untuk hari ini, luas area pencarian kita kembali kita tambah. Luas area pencarian H+3 dari masa perpanjangan itu di 8.509 nautical mile persegi. Untuk alut kapal laut yang kita gunakan, 24 unit,” kata Rizky dari Posko SAR Gabungan Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis pagi.
Basarnas Banten membagi wilayah pencarian menjadi 10 sektor. Informasi pencarian juga disebarluaskan kepada nelayan dan kapal yang melintas di perairan Selat Sunda melalui e-broadcast.
“Kami pun melakukan e-broadcast ke nelayan dan kapal-kapal yang sedang melintas di Perairan Selat Sunda, dan kita senantiasa berkoordinasi dengan VTS serta stakeholder terkait,” ujarnya.
Pencarian tidak hanya dilakukan di laut. Tim SAR juga menyisir kawasan pesisir dan pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau.
“Penyisiran darat di semua pulau-pulau yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau tetap kita lakukan,” jelas Rizky.
Sementara itu, berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca di wilayah pencarian pada Kamis pagi berawan, dengan kecepatan angin 10-20 knot dan tinggi gelombang 0,5-3,5 meter.
Dari PVMBG, hingga pagi hari tidak terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, aktivitas kegempaan berupa vulkanik dangkal masih terpantau.
“Untuk pengamatan visual, gunung tertutup kabut dan asap tidak teramati. Untuk pengamatan kegempaan, masih terjadi vulkanik dangkal,” katanya.
Hilang Kontak Sejak 7 September
Kapal cepat Arupadhatu 1 yang membawa delapan orang, terdiri dari lima jurnalis foto dan tiga awak kapal, dilaporkan hilang kontak saat menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).
Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, sekitar pukul 14.00 WIB.
Sekitar pukul 14.42 WIB, salah seorang jurnalis sempat membagikan share location kepada rekannya di Lampung. Namun, komunikasi terputus sekitar pukul 15.04 WIB dan rombongan tidak lagi dapat dihubungi.
Tim SAR gabungan sebelumnya telah melakukan penyisiran di sekitar Gunung Anak Krakatau, Pulau Rakata, Pulau Sertung hingga wilayah perairan Lampung.
Hingga Rabu (16/9/2026), atau hari kedua masa perpanjangan operasi, keberadaan delapan orang tersebut belum ditemukan.
Pada hari terakhir operasi pencarian ini, Basarnas bersama TNI AL, Polairud dan unsur terkait lainnya terus melakukan penyisiran dengan harapan menemukan keberadaan para jurnalis dan awak kapal dalam kondisi selamat.(Eca)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


