oleh

HM Ridwan Hisjam: Nama Serikat Jurnalis Indonesia Dinilai Sangat Baik

Jakarta | lampumerah.id – H.M. Ridwan Hisjam beri suntikan moral pengurus DPP Serikat Jurnalis Indonesia (SJI). Berkenan didaulat sebagai Ketua Dewan Pembina SJI, mantan Ketuam DPP Golkar Jawa Timur ini antusiasme berikan kiat sukses menjalankan organisasi. “Kenapa pakai kata SERIKAT Jurnalis Indonesia?,” tanya Ridwan –mengejutkan– mengawali sesi audience.

Kata Serikat sebagai wadah persatuan jurnalis untuk SJI disebut sebagi nama yang sangat baik. “Karena serikat lebih bermakna penguatan, persekutuan dan atau persatuan perkumpulan yang kuat dan mengikat. Berbeda dengan makna asosiasi, aliansi dan forum. Hanya bermakna tempat atau wadah diskusi, setelah itu sudah, bubar,’’ tukas Ridwan di rumahnya Komplek Wisma Buncit Asri, Mampang, Jakarta, Jumat (30/4/21)

Ir. H. M. Ridwan Hisjam nama lengkapnya. Tokoh politik senior kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 26 Mei 1958. Meski sudah berumur 62 tahun Ridwan nampak sehat dan bregas. Selalu bersemangat dan antusias berbicara politik dan organisasi dengan siapapun.
Ridwan mengungkapkan dirinya sejak menjadi aktifis di ITS sangat dekat dengan kalangan wartawan. Termasuk bersahabat dekat dengan CEO dan Pemilik Jawa Pos Dahlan Iskan.

“Saya dan Dahlan pernah sama-sama menjadi anggota MPR. Beliau mewakili pers. Setelah hijrah dari Kalimantan, pertama kali tiba di Surabaya dan dipercaya Eric samola memimpin Jawa Pos setelah diakuisisi. Eric Samola sendiri bendahara Golkar. Jadi, semua pemimpin Redaksi Jawa Pos pasti kenal saya, termasuk mantan Ketua PWI Margiono dan almarhum Solichin Hidayat,’’ tandas Ridwan.

Ridwan Hisjam adalah politikus senior yang pernah menjabat sebagai anggota DPR/MPR-RI selama lima periode (1997-1999, 1999-2004, 2004-2009 (DPRD Jatim), 2014-2019, dan 2019-2024). Ridwan juga bukan tokoh baru di partai beringin dan dunia politik tanah air .
Dia pernah menjadi pengurus DPD di Jawa Timur dari 1999 sampai tahun 2005. Bahkan pernah maju sebagai Cawagub Jatim 2 kali bersama Sutjipto (PDIP) di tahun 2008 dan 2003 bersama Jenderal Kahfi (PKB). Dia juga selalu lolos di parlemen. Terbukti dari 1999-2019 selalu duduk di Senayan. Bahkan pernah menjadi Wakil Ketua Komisi X, Komisi VII DPR dan Wakil Ketua FPG DPR RI.

Sebagai pengusaha, Ridwan tercatat pernah menjadi Komisaris Utama di PT Sarana Jatim Ventura, kemudian di PT Dharmapena Cipta Media. Pernah juga di PT Sinar Jati Mitra, Grup Equator.

Pada Munas Golkar di Ritz Carlton, 4 Desember 2019 Ridwan maju sebagai salah satu kandidat Ketum beringin dan mengikuti tahapan sampai akhir meski diakhiri dengan keputusan AKLAMASI untuk Airlangga Hartato sebagai Ketua Umum.

Kembali ke rencana deklarasi SJI. Ridwan ingatkan soliditas internal organisasi sangat penting. Sebaiknya pengurus dan keanggotaan dibatasi dan jangan terlalu mengutamakan kuantitas. Banyak-banyakan massa seperti ormas saat ini gak ada gunanya. Eranya sudah berubah. Selain mengedepankan gagasan, intelektual dan kosep, juga lebih mudah kordinasi dan komando. Permasalahan jadi ikut terminimalisir.

“Berorganisasi itu, kan menyamakan visi misi untuk mencapai tujuan bersama. Itu tidak gampang. Harus memiliki toleransi dan kesabaran. Masalah pasti muncul. Sebaiknya diselesaikan secara win-win solusi, tanpa menyalahkan orang lain,” paparnya.

Kunci sukses berorganisasi, lanjut Ridwan, ikuti aturan organisasi. Oleh karenanya buat mekanisme dan aturan organisasi sesederhana. Buatlah susunan pengurus dan anggran dasar -anggaran rumah tangga bersama, disepakati sebagai aturan main dan jangan dilanggar. “Itu saja. Jangan ada yang merasa lebih hebat dan merasa paling banyak berjasa dan berkorban. Itu sama halnya membangun keruntuhan rumah yang dibangun sendiri. Ujung ujungnya ribut dan saling menyalahkan!,” tandas Ridwan.

Mantan Bendahara KAHMI Jatim, mantan Ketum HIPMI Jatim dan Ketua REI Jatim,  peraih anugerah Adhiyasa Grha Tama dari Presiden Suharto  1997 di Istana Merdeka karena berkontribusi membangun 14 ribu unit rumah RS/ RSS di KOta Surabaya, Kab. Sidoarjo, Kab. Malang, dan Driyorejo-Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini pun mengingatkan pentingnya apresisasi bagi kader yang berdedikasi.

Ridwan juga memberikan arahan mengenai kesejahteraan anggota dalam suatu organisasi. Organisasi yg baik harus memberi bisa manfaat dan mensejahterahkan pengurus dan anggotanya.
“Jadi kalau ada yang kreatif dan berdedikasi di organisasi jangan dibuli. Apalagi disyirik. Karena dedikasi sngat dibutuhkan untuk penggerak organisasi. Maka beri kesempatan mereka yang berdedikasi untuk memimpin,’’pungkas Ridwan sambil mengingatkan es kopi kenangan sudah tersedia di meja untuk buka puasa pengurus DPP SJI.

Tentu saja kiat dan arahan Ridwan Hisjam berbagi pengalaman menjadi suntikan moril energy anggota formatur kepengurusan SJI kedepan. Bagaimana menjalankan organisasi pers yang baik dan memberi manfaat.

Selain Ketua Dewan Pembina Ridwan Hisjam, juga berkenan duduk dikursi Dewan Pembina SJI adalah Kabid Humas BNN, Brigadir Jenderal Polisi Sulistyo Pudjo Hartono dan Kapustidatikom BNPB Radtya.

Hadir dalam audience, Ketua Umum SJI Esa Tjatur Setiawan, Ketua Bidang Organisasi Henny Sumantri, Sekjen Dipta Wiryawan, Bendahara Rika Fitri, dan Humas Mila Karmila. (esa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru