GRESIK | lampumerah.id – Ada kunci sukses sehingga Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) milik Petrokimia Gresik, berhasil meraih predikat pelabuhan terbaik nasional berdasarkan hasil asesmen Green and Smart Port (GSP).
Penilaian dilakukan secara komprehensif berdasarkan Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023, yang mengacu pada regulasi nasional dan praktik terbaik internasional.
Predikat pelabuhan terbaik nasional tersebut diraih setelah TUKS Petrokimia Gresik mencatatkan nilai akhir 94 persen, pada asesmen Green and Smart Port (GSP), meningkat dibandingkan capaian 82 persen pada 2022.
Pencapaian tersebut merupakan hasil penerapan prinsip Green and Smart Port secara konsisten melalui penguatan tata kelola kepelabuhanan, efisiensi energi, sistem operasional berbasis digital yang terintegrasi, serta inovasi berkelanjutan untuk mendukung kelancaran pasokan bahan baku bagi proses produksi serta distribusi pupuk ke berbagai wilayah Indonesia
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan perusahaan selalu komitmen dalam mengembangkan pengelolaan kepelabuhanan yang tidak hanya andal dari sisi operasional, tetapi juga mengedepankan keselamatan, keberlanjutan, inovasi, dan digitalisasi.
Bagi perusahaan, kepelabuhanan merupakan infrastruktur strategis yang memastikan kelancaran pasokan bahan baku bagi proses produksi serta distribusi pupuk ke berbagai wilayah Indonesia guna mendukung kedaulatan pangan nasional.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja keras seluruh insan Petrokimia Gresik dan dukungan para pemangku kepentingan dalam menghadirkan pengelolaan kepelabuhanan yang semakin hijau, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Daconi usai menerima penghargaan dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Menko Zulhas), dalam puncak acara GSPI ASRI 2026 di Dermaga C Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Selasa (15/7).
Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus melakukan transformasi secara berkelanjutan. Pihaknya tidak akan berhenti pada penghargaan ini.
“Ke depan, transformasi kepelabuhanan akan terus dimaksimalkan melalui penguatan digitalisasi, peningkatan standar keselamatan, efisiensi layanan, serta inovasi berkelanjutan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus mendukung sistem logistik pangan nasional,” kata Daconi.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


