GRESIK | lampumerah.id – Seorang perempuan mendatangi SPKT Polsek Manyar, sambil menangis setelah mengaku mendapat teror ancaman dari seseorang yang disebut sebagai debt collector (DC) pinjaman online (pinjol).
Situasi itu dilihat langsung Mapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, sedang melaksanakan kunjungan kerja di Polsek Manyar.
Setelah menerima informasi awal dari perempuan tersebut, polisi kemudian mengarahkan laporan untuk ditangani lebih lanjut di Polres Gresik.
“Kami melayani pelapor tersebut, yang kebetulan kami melihat ibu-ibu sedang menangis di SPKT Polsek Manyar,” ujarnya saat di Mapolres Gresik, Rabu (7/10).
Kepada polisi, pelapor mengaku mendapat ancaman untuk menyebarkan data pribadi serta sejumlah foto yang disebut sebagai foto syur. Pelapor menyatakan foto tersebut bukan miliknya.
Dalam laporan awal tersebut, korban disebut telah beberapa kali melakukan transfer uang dengan total sekitar Rp.2,9 juta hingga Rp 3 juta.
“Kebetulan kami mengecek langsung, memang ada pemerasan dan ancaman yang diberikan oleh salah satu nomor yang mengaku dari pinjaman yang dilakukan oleh seseorang,” ujarnya.
Saat ini, Satreskrim Polres Gresik masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas pihak yang menghubungi korban sekaligus memastikan rangkaian peristiwa yang dilaporkan.
Kapolres menegaskan, pihaknya memberikan perhatian terhadap laporan masyarakat, terlebih setelah melihat langsung kondisi pelapor yang datang dalam keadaan menangis.
Polres Gresik saat ini tengah mendalami kasus tersebut, guna segera mengungkap pihak yang diduga melakukan ancaman maupun pemerasan terhadap korban.
“Saat ini kami sedang melaksanakan penyelidikan, mudah-mudahan dalam waktu dekat segera terungkap, supaya tidak ada korban-korban lainnya di wilayah Gresik khususnya,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


