SURABAYA l lampumerah.id – Kesadaran pajak terus ditanamkan kepada generasi muda melalui dunia pendidikan. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur I bersama seluruh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) se-Surabaya menggelar Pajak Bertutur 2026 secara serentak di 14 sekolah mitra inklusi, Kamis (3/9/2026).
Mengusung tema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara”, kegiatan tersebut diikuti 834 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Program ini menjadi bagian dari upaya DJP membangun budaya sadar pajak sejak dini sekaligus mendukung terciptanya generasi yang memiliki literasi perpajakan.
Kepala Kanwil DJP Jawa Timur I, Max Darmawan, hadir langsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya. Ia menilai edukasi perpajakan bagi pelajar merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pengertian dan fungsi pajak, pengelolaan penerimaan negara, serta manfaat pajak bagi pembangunan.
“Melalui Pajak Bertutur, peserta memperoleh edukasi mengenai pengenalan APBN, pengertian dan fungsi pajak, pengelolaan dan manfaat pajak bagi pembangunan, serta peran generasi muda dalam mendukung kepatuhan pajak di masa depan,” ujar Max.
Selain pembelajaran di sekolah, para peserta juga mengikuti sesi “Direktur Jenderal Pajak Menyapa” yang digelar secara nasional melalui daring dan diikuti unit vertikal DJP di seluruh Indonesia.
Max mengatakan, pajak memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui sektor pendidikan.
“Generasi muda memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia Maju. Mereka yang saat ini menjadi peserta didik akan menjadi wajib pajak di masa depan yang diharapkan memiliki kesadaran untuk berkontribusi melalui pemenuhan kewajiban perpajakan,” katanya.
Secara nasional, Pajak Bertutur 2026 digelar serentak oleh 34 Kanwil DJP, 352 KPP, dan 204 Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP). Program yang telah berlangsung sejak 2017 tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen DJP memperkenalkan kesadaran pajak melalui lingkungan pendidikan.
Di Surabaya, kegiatan berlangsung di 14 sekolah, yakni Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya, SD Cheng Ho, SMP Barunawati Surabaya, SMP Ta’miriyah, SMPN 12, SMPN 16, SMPN 26, SMPN 39, SMPN 43, SMPN 45, SMAN 2, SMAN 9, SMAN 15, dan SMAN 16 Surabaya.
Melalui edukasi yang dikemas interaktif dan menyenangkan, DJP berharap para pelajar tidak hanya mengenal pajak, tetapi juga memahami kontribusinya terhadap kehidupan berbangsa dan pembangunan nasional.
Kanwil DJP Jawa Timur I pun menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat edukasi perpajakan bagi generasi muda sebagai calon wajib pajak, sehingga kesadaran dan kepatuhan pajak dapat tumbuh secara sukarela sejak dini.(Vin)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


