GRESIK | lampumerah.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Sri Subaidah, mengapresiasi konsistensi PT Petrokimia Gresik (Persero), dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengembangan Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Mengare di Desa Tanjung Widoro, Gresik.
Menurut Sri Subaidah, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan konservasi yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan adanya konservasi mangrove yang dilakukan Petrokimia Gresik, lingkungan di Gresik akan menjadi lebih baik dan lestari. Apalagi Petrokimia Gresik berkomitmen menjalankan program ini secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat,” ujar Sri Subaidah, saat acara penanaman mangrove yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke 54 Petrokimia Gresik, Rabu (5/8).
Sri Subaidah mengatakan, PRPM Mengare menjadi bukti pelestarian lingkungan akan memberikan hasil yang optimal apabila dilakukan secara bersama-sama. Ia berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk menjaga kelestarian pesisir.
“Gresik memiliki kawasan mangrove seluas 3.912 hektare, saya melihat Petrokimia Gresik tidak hanya melakukan penanaman mangrove, tetapi juga mengedukasi masyarakat, mulai dari cara menanam mangrove hingga mengembangkan batik mangrove,” ungkap Sri Subaidah.
Sementara Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan peringatan HUT ke 54 Petrokimia Gresik memilih merayakan hari jadinya melalui aksi nyata berupa penanaman mangrove yang diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi kawasan pesisir.
“Usia 54 menjadi pengingat bagi kami, untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan. Penanaman mangrove ini merupakan wujud kepedulian Petrokimia Gresik dalam menjaga kelestarian pesisir agar manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya hari ini, tetapi juga oleh generasi mendatang,” ujar Daconi.
Penanaman dilaksanakan di PRPM Mengare, kawasan konservasi mangrove yang dikembangkan Petrokimia Gresik bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Desa Tanjung Widoro sejak 2018.
Berawal dari lahan bekas tambak yang kritis, kawasan tersebut kini berkembang menjadi pusat restorasi dan pembelajaran mangrove berbasis pemberdayaan masyarakat yang turut mendorong tumbuhnya eduwisata serta ekonomi pesisir.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


