GRESIK | lampumerah.id – Pemerintah Kabupaten Gresik kini mulai meningkatkan sejumlah Jalan Poros Desa (JPD) dari paving menjadi beton.
Terdapat 15 ruas JPD, yang akan dibetonisasi, tersebar di enam kecamatan akan diselesaikan dalam tahun ini.
Ke 15 JPD itu tersebar di wilayah Kecamatan Menganti meliputi JPD Domas – Hulaan, JPD Randupadangan – Gempolkurung dan JPD Setro – Pengalangan.
Untuk Kecamatan Wringinanom, meliputi JPD Kepuhklagen – Batas wilayah Kabupaten Mojokerto. JPD Kesambenkulon – Sumbergede, dan JPD Sooko – Pedagangan,
JPD Karangsemanding, JPD Sekarputih, Banjaragung dan JPD Karangsemanding – Banjaragung (Kecamatan Balongpanggang).
JPD Sembayat – Morobakung (Kecamatan Manyar). JPD Tambakberas, JPD Cermekidul – Betiting (Kecamatan Cerme). JPD Sumari – Sumengko, JPD Petisbenem – Wadak Kidul (Duduksampeyan).
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR),
Eddy Pancoro ST, MT mengatakan untuk tahap pertama ini yang akan dikerjakan adalah paket di Kecamatan Menganti yang total panjangnya mencapai 880 meter dengan lebar 5 meter.
Rinciannya JPD Gempolkurung – Randupadangan panjang 330 meter, JPD Setro – Pengalangan 192 meter dan JPD Domas – Hulaan sepanjang 175 meter.
“JPD itu sekarang paving, tapi banyak yang rusak. Semuanya akan kita ganti beton, dengan ketebalan 30 Cm,” ujarnya saat ditemui di lokasi Desa Setro.
Dikatakan Eddy, alasan dibeton karena JPD tersebut merupakan sarana transportasi niaga, selain juga dengan perbatasan Kota Surabaya.
“Pekerjaan akan dimulai minggu ini, dengan masa kerja selama 4 bulan,” tegasnya.
Proyek ini didanai oleh APBD dan menjadi prioritas Bupati Fandi Akhmad Yani, untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan pembangunan infrastruktur tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah guna mendukung aktivitas masyarakat dan memperkuat sektor ekonomi di tingkat desa.
“Fokus pembangunan diarahkan pada ruas-ruas jalan yang menjadi akses utama aktivitas warga, mulai dari mobilitas harian hingga distribusi hasil usaha dan pertanian. Dengan kondisi jalan yang semakin baik, diharapkan arus barang dan jasa menjadi lebih lancar sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal,” ujarnya.
Menurut bupati yang akrab disapa Gus Yani tersebut, percepatan pembangunan infrastruktur desa merupakan program prioritas yang terus dikawal pelaksanaannya.
“Pembangunannya harus dikawal bersama, agar berjalan sesuai perencanaan dan tepat sasaran. Peran masyarakat penting dalam mengawasi setiap proses yang berjalan,” ungkapnya.
Gus Yani menjelaskan, pembangunan Jalan Poros Desa menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan hingga tingkat desa.
Selain meningkatkan aksesibilitas masyarakat, program tersebut juga diharapkan membuka peluang investasi baru, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


