oleh

Pemuda Hidayatullah ajak generasi milenial Kontribusi Untuk Bangsa

Jakarta | Lampumerah.id – Ketua umum PP Pemuda Hidayatullah Imam Nawawi mengajak generasi milenial mengambil peran kebajikan di era saat ini, terlebih di melemial yang serba modern.

“Pada kesempatan penuh kehangatan itu saya coba memberikan satu ulasan yang kiranya dapat mendorong proses reinventing (penemuan kembali) postioning pemuda sebagai agen perubahan dan penentu masa depan bangsa Indonesia” jelas Imam Nawawi.

Pertama harus hadir dalam diri para pemuda adalah kesadaran mendalam bahwa krisis bukanlah kiamat, dalam krisis selalu ada peluang dan gerbang untuk lahirnya terobosan dan bahkan solusi, kesadaran itu harus hadir dari diri pemuda.

Sebab secara empirik pemuda adalah sosok manusia yang secara fisik masih gagah, secara intelektual potensial menjadi cerdas dan tentu saja dalam manuver memanivestasikan gagasan – gagasannya dengan cara yang lincah, gesit dan bertenaga dalam bahasa pemuda hidayatullah pemuda itu wajib bermental progresif dan beradab

Secara bahasa, wawasan bermakna konsepsi, cara pandang tinjauan dan pandangan ini berarti kemampuan memahami kondisi secara utuh dan menyeluruh menjadi satu hal yang harus ada di dalam diri pemuda itu sendiri.

Pemuda yang berwawasan bisa kita lihat pada sosok bung Hatta misalnya, secara empiris ia hidup dimasa dimana negeri ini dijajah,namun wawasannya mengantarkan sosok tenang itu mampu melahirkan gagasan Indonesia merdeka.

Wawasan selalu mendorong seseorang mampu berdiri diatas sikap yang benar, relevan dengan identitas bangsa, superior dan karena itu tidak mudah tunduk pada kepentingan apapun yang sesaat apalagi destruktif. Karena kita adalah pemuda Indonesia,maka jelas wawasan yang amat penting adalah wawasan kebangsaan.

Kebangsaan berarti berhasil mengindetifikasi diri sebagai bangsa indonesia kemudian utuh memandang negeri ini dengan pandangan yang progresif dan komprehensif, bukan malah memisah – misahkan yang sebenarnya tidak bertentangan. Apalagi menjadikan sesuatu yang sebenarnya filosofis menjadi sangat teknis sebagai alat pemisah yaitu Pancasila

Pancasila itu adalah dasar negara, kehadirannya dapat diterima oleh rakyat Indonesia karena memang Pancasila adalah perasan, intisari, dari nilai – nilai mendasar ajaran agama dan etika, jadi amatlah tidak berdasar jika kemudian pancasila harus diperhadapkan dengan sebuah ajaran yang sejatinya justru menjadi sumber inspirasi lahirnya Pancasila itu sendiri.

Diantara bukti seseorang pemuda berwawasan dia pasti akan menghadirkan ide, menuangkannya dalam ragam sajian media yang bisa diakses oleh banyak orang, jadi ide adalah buah dari wawasan dan sebuah ide sudah semestinya bersifat konstruktif, bersifat membina, memperbaiki, dan membangun

Oleh karena itu tugas pemuda saat ini adalah menghadirkan pencerahan, counter terhadap ketidakbenaran, dan penjelasan perihal bagaimana semestinya arah pembangunan bangsa kita mengarah.

Semua itu kembali pada makna dari pemuda berwawasan. Sebagaimana dahulu lahir sosok pemuda seperti Bung Hatta, Bung Karno, Agus Salim dan lain sebagainya, yang walaupun kondisi negarinya terjajah tapi pikiran dan ide -idenya mengungguli frame berfikir kaum penjajah.

Pemuda seperti inilah yang sekarang ini dibutuhkan oleh bangsa dan negara. Pemuda yang melihat politik bukan sebagai mata pencaharian, tetapi wasilah untuk hadir dalam perjuangan dan pembangunan.

Seiring perkembangan teknologi informasi, perang pemikiran dan budaya terus menggempur, diantara sasaran utamanya adalah kaum muda muslim, akibatnya akidah, spritual, mindset dan semangat juangnya semakin terkikis, oleh karena itu Imam mengajak pemuda harus aktif.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru