GRESIK | lampumetah.id – PT Petrokimia Gresik (Persero) dan PT Rekayasa Industri (Rekind), bakal membangun Pabrik Soda Ash dan Amonium Klorida masing-masing berkapasitas 300.000 ton per tahun.
Proyek yang bertujuan memperkuat sinergi ini, untuk mendorong industri hijau dan kemandirian industri kimia nasional, akan dibangun di Gresik. Selain itu, juga menjadi bagian dari upaya pemanfaatan karbon dioksida (CO₂) sebagai bahan baku industri yang bernilai tambah.
Penandatanganan kontrak Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) antara Petrokimia Gresik dan Rekind dilakukan di Jakarta, baru-baru ini.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyampaikan pembangunan kedua pabrik tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, dalam memperkuat ketahanan pangan, mendorong hilirisasi, dan mewujudkan kemandirian industri nasional.
Proyek ini sekaligus mendukung dua mandat utama Pupuk Indonesia Grup, yakni memperkuat ketahanan pangan melalui diversifikasi sumber nitrogen untuk produksi pupuk NPK serta mewujudkan kedaulatan industri dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan CO₂.
“Ini proyek yang menuju transisi hijau. Ada carbon capture-nya, sekaligus melakukan diversifikasi sumber nitrogen untuk kebutuhan produksi pupuk NPK kita,” ujar Rahmad.
Soda ash merupakan bahan kimia dasar yang banyak digunakan dalam industri kaca, deterjen, kertas, tekstil, dan pengolahan air. Sementara amonium klorida dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber nitrogen dalam produksi pupuk NPK serta berbagai kebutuhan industri lainnya.
Dengan demikian, pengembangan kedua produk tersebut tidak hanya memperluas portofolio bisnis, tetapi juga mendukung penguatan rantai pasok industri nasional dan sektor pertanian.
Foto: Istimewa
Penandatanganan kontrak EPCC Pabrik Soda Ash dan Amonium Klorida,
antara Petrokimia Gresik dan Rekind disaksikan Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi,
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


