Cilegon | Lampumerah.id – Aktivitas sejumlah truk yang diduga terlibat dalam praktik pengalihan atau “kencingan” solar subsidi menjadi sorotan warga di kawasan bawah flyover Tol Cilegon Timur, Kota Cilegon, Banten. Warga meminta aparat penegak hukum (APH) dan instansi terkait segera menyelidiki dugaan aktivitas ilegal yang diduga telah berlangsung cukup lama tersebut.

‎Berdasarkan pantauan wartawan pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 22.39 WIB, sejumlah truk bak terbuka berwarna biru tanpa muatan tampak berulang kali keluar-masuk menuju sebuah gudang yang berada di bawah flyover Tol Cilegon Timur. Kondisi gudang yang minim penerangan membuat aktivitas di dalamnya tidak dapat terlihat secara jelas dari jalan raya.

‎Beberapa armada yang terlihat di lokasi di antaranya bertuliskan identitas perusahaan PMJ Cakra Duta, MPU Talenta, serta sejumlah truk lainnya dengan identitas berbeda.

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, truk-truk tersebut diduga membeli solar bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), kemudian memindahkan atau 

‎”mengencingkan” bahan bakar tersebut secara sembunyi-sembunyi ke gudang. Selanjutnya, solar tersebut diduga dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

‎”Aktivitas seperti ini sudah sering kami lihat. Truknya bolak-balik terus dari sore sampai malam, padahal tidak ada muatan barang. Jalurnya selalu dari arah SPBU ke gudang itu, lalu kembali lagi,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

‎Warga juga menilai aktivitas gudang yang beroperasi pada malam hari semakin menguatkan dugaan adanya praktik penyalahgunaan solar subsidi. Mereka khawatir jika kondisi tersebut terus dibiarkan, maka pasokan BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi pelaku UMKM, nelayan, petani, dan masyarakat yang berhak justru disalahgunakan untuk kepentingan bisnis ilegal.

‎”Kami berharap kepolisian dan instansi terkait segera turun ke lokasi. Jika memang ada pelanggaran, harus ditindak tegas karena merugikan negara dan masyarakat yang berhak mendapatkan solar subsidi,” kata warga lainnya.

‎Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai dugaan aktivitas tersebut. Media ini juga masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan.

Tinggalkan Balasan