Bekasi | Lampumerah.id – Pemilihan Ketua RT dan Ketua RW di Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, dinilai menjadi salah satu miniatur pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Kontestasi di tingkat lingkungan tersebut tidak hanya menjadi ajang memilih pemimpin, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menilai rekam jejak, 1gagasan, dan program kerja para calon.1
Pelaksanaan pemilihan mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Bekasi Nomor 16 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemilihan Ketua RT dan Ketua RW. AA Pemerintah Desa Mangunjaya juga telah menerbitkan surat edaran yang mengatur tahapan pelaksanaan pemilihan Ketua RW secara serentak pada 27 September 2026.
Salah satu kandidat yang akan bertarung pada pemilihan Ketua RW 011 adalah Doni Gumelar, yang saat ini menjabat sebagai Ketua RT 06/RW 011 Perumahan Mangunjaya Indah 1.
Dukungan terhadap Doni ditandai dengan deklarasi terbuka tim pemenangan yang digelar pada 7 Juni 2026 di Pulau Laut Utara, Bekasi. Deklarasi tersebut dihadiri tim pemenangan bersama lima Ketua RT dari total sembilan Ketua RT di wilayah RW 011, yakni Ketua RT 02 Tamtomo, Ketua RT 03 Rusdi, Ketua RT 04 Tobing Widiarto, Ketua RT 06 Doni Gumelar, dan Ketua RT 07 Eko Tim pemenangan dipimpin Haji Agung JS sebagai Ketua Tim Sukses, dengan Gunadi sebagai Koordinator Strategi dan Pemenangan. Mereka mengusung tema “Muda, Amanah, Berpengalaman, dan Berwibawa” sebagai semangat dalam kontestasi pemilihan Ketua RW.
Menurut Haji Agung JS, masyarakat membutuhkan pemimpin yang memiliki integritas, rekam jejak yang baik, serta mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan.
”Kami membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki rekam jejak yang jelas, kredibel, melayani, mengayomi, dan mampu memberikan solusi terbaik bagi pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen kepada warga, Doni Gumelar menawarkan lima program prioritas apabila dipercaya memimpin RW 011, yaitu revitalisasi organisasi RW, memperkuat sinergi dengan DKM Miftahul Jannah dan Pemerintah Desa Mangunjaya, memperkuat kas RW melalui sumber pendanaan yang sah dan legal di luar iuran warga, mencari solusi penanganan banjir dan genangan air melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan di Kabupaten Bekasi, serta memperkuat solidaritas dan budaya gotong royong di tengah masyarakat.
Doni mengatakan dirinya maju dalam pemilihan dengan mengedepankan visi, misi, dan program yang realistis serta dapat diwujudkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, Gunadi menilai pemilihan Ketua RT dan RW merupakan cerminan praktik demokrasi di tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, perbedaan antara pemilihan Ketua RW dengan pemilihan umum hanya terletak pada cakupan wilayah dan jumlah pemilih. Sementara esensi demokrasinya tetap sama, yakni memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan pemimpin berdasarkan rekam jejak, pengalaman, integritas, gagasan, dan program kerja yang ditawarkan.
”Karena itu kami membuka informasi seluas-luasnya kepada masyarakat mengenai visi, misi, dan program calon Ketua RW. Kami berharap masyarakat menentukan pilihan secara objektif, bukan semata-mata berdasarkan suka atau tidak suka terhadap seseorang,” kata Gunadi.
Ia optimistis Doni Gumelar mampu meraih kepercayaan masyarakat dalam pemilihan Ketua RW 011 yang akan berlangsung pada September mendatang.
”Insya Allah, dengan dukungan masyarakat dan penyampaian program secara terbuka, Pak Doni Gumelar dapat memenangkan kontestasi Ketua RW 011 secara elegan, demokratis, dan bermartabat,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


