SURABAYA | Lampumerah.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Provinsi Jawa Timur memperkuat pendidikan vokasi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. Dengan ekosistem pembinaan talenta terintegrasi dari hulu hingga hilir, Jatim siap menjadi rujukan nasional pengembangan pendidikan vokasi.

Pernyataan itu disampaikan Khofifah dalam acara Ramah Tamah bersama Rektor dan Dekan Vokasi pada Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) XI 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (3/8/2026). Hadir rektor, dekan, akademisi, guru besar, delegasi perguruan tinggi dari berbagai provinsi, serta tamu mancanegara.

Menurut Khofifah, Jatim telah membangun ekosistem komprehensif yang mencakup pembinaan talenta sejak usia sekolah, peningkatan kompetensi guru, sertifikasi keahlian, kemitraan dengan dunia usaha, industri, dan kerja (DUDIKA), hingga jejaring internasional melalui magang, beasiswa, dan penempatan kerja luar negeri.

“Kalau tadi disampaikan Pak Rektor Unesa soal vokasi Jawa Timur, Insya Allah Jawa Timur sudah layak menjadi referensi pendidikan vokasi di Indonesia,” ujarnya.

Keberhasilan ini, kata Khofifah, lahir dari komitmen berkelanjutan Pemprov Jatim yang bersinergi dengan perguruan tinggi serta DUDIKA. Indikatornya terlihat dari predikat Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional yang dipertahankan Jatim selama empat tahun berturut-turut.

Prestasi itu ditopang sistem pembinaan terintegrasi sehingga potensi peserta didik berkembang optimal. Akses lulusan ke dunia kerja juga semakin luas, termasuk ke tingkat internasional. Hingga kini, 4.915 siswa SMK Jatim telah magang atau bekerja di 13 negara berkat kemitraan dengan institusi dan industri global.

Khofifah menekankan, pembangunan pendidikan tidak hanya fokus pada perluasan akses, tetapi juga kualitas lulusan dan dampak nyata bagi masyarakat. Tantangan dunia kerja saat ini menuntut kompetensi yang diakui melalui sertifikasi, bukan sekadar ijazah.

“Hari ini ijazah saja tidak cukup. Dunia usaha dan industri membutuhkan kompetensi yang dibuktikan melalui sertifikasi,” tegasnya.

Untuk itu, Pemprov Jatim terus memperluas kerja sama internasional, meningkatkan kompetensi guru vokasi, membuka program magang dan beasiswa luar negeri, serta memperkuat jejaring global. Selain SMK, Khofifah juga menyoroti keberhasilan Program SMA Double Track yang membekali siswa SMA dengan keterampilan vokasional dan kewirausahaan.

“Kalau anak-anak bertalenta bertemu dengan mentor dan ekosistem yang tepat, mereka akan menjadi kekuatan besar bagi Indonesia. Jawa Timur adalah gudangnya talenta dan gudangnya vokasi,” tambahnya.

Khofifah mengajak perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan industri memperkuat kolaborasi membangun ekosistem vokasi yang adaptif terhadap teknologi, pasar kerja, dan tantangan global. Ia meyakini pendidikan vokasi strategis untuk meningkatkan produktivitas nasional, menekan pengangguran, dan menghasilkan SDM unggul yang mampu bersaing internasional.

Di akhir, Khofifah menyampaikan salam Bhinneka Tunggal Ika dari Bumi Majapahit kepada seluruh peserta OLIVIA XI.

“Selamat datang di Bumi Majapahit, bumi yang melahirkan konsep Bhinneka Tunggal Ika. Salam Bhinneka Tunggal Ika dari Jawa Timur di Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia,” pungkasnya. (Tj)

Tinggalkan Balasan