GRESIK | lampumerah.id — Acara peringatan HUT Kemerdekaan RI di Desa Doudo Kecamatan Panceng,. Sabtu (22/8) bertema ‘Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI’ menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menumbuhkan nilai-nilai sosial melalui pemberdayaan desa.
Desa Doudo terpilih sebagai salah satu Desa BRILiaN, program pemberdayaan desa yang diinisiasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Tidak sekadar hadir sebagai lembaga keuangan, BRI turut mendampingi masyarakat mengembangkan ekonomi lokal, memperkuat kapasitas pelaku UMKM, serta mendorong tata kelola desa yang semakin baik.
Kegiatan itu dihadiri Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Region 12 Surabaya Reza Syahrizal Setiaputra, Regional Micro Banking Head BRI Surabaya Kris, Area Head BRI Gresik Ayub, Pemimpin Cabang BRI Gresik Dudung, hingga tim Manager Micro Business, Kepala Unit, dan para Mantri BRI Unit Sekapuk. Juga hadir Camat Panceng, Danramil Panceng, Kapolsek Panceng, Kepala Desa Doudo beserta perangkat desa.
Reza Syahrizal Setiaputra menjelaskan ‘Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI’ digelar serentak di 18 tempat di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Lokasi kegiatan dipilih dari desa-desa unggulan yang menjadi bagian dari ekosistem Desa BRILiaN.
Khusus di Jawa Timur, terdapat dua titik pelaksanaan, salah satunya Desa Doudo. Pemilihan Doudo sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap perjalanan desa dalam mengembangkan potensi masyarakat dan membangun kolaborasi bersama BRI.
“Desa Brilian adalah desa terpilih yang mendapatkan pembinaan, pendampingan, dan kolaborasi langsung dari insan BRI, khususnya Mantri BRI. Fokus utamanya adalah pemberdayaan ekonomi, pengembangan potensi lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Reza.
Ditambahkan Reza, salah satu aspek penting dalam pendampingan BRI di Desa Doudo adalah bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Reza mencontohkan perjalanan masyarakat Desa Doudo yang sebelumnya banyak bekerja sebagai pekerja migran di luar negeri. Ketika pandemi Covid-19 menyebabkan banyak warga kembali ke desa. Kondisi tersebut justru menjadi momentum, untuk mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi berbasis potensi lokal.
BRI hadir memberikan pendampingan terhadap sejumlah potensi usaha, di antaranya pengolahan komoditas biji mente dan budidaya Aloe Vera atau lidah buaya.
BRI juga mendorong pengembangan usaha dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan kualitas produksi, pengemasan, pemasaran, hingga perluasan akses pasar.
“Harapannya bukan hanya produknya yang berkembang, tetapi ada perubahan dan nilai tambah yang benar-benar dirasakan warga,” kata Reza.
Acara di Desa Doudo dirancang sebagai pesta rakyat yang menyatukan aspek ekonomi, kesehatan, hiburan, dan kebersamaan. Meliputi aksi peduli dan pemeriksaan kesehatan gratis, bazar UMKM produk lokal, lomba-lomba, jalan sehat, senam bersama, hingga panggung hiburan bersama OM Adella.
Tidak hanya UMKM Desa Doudo, pelaku usaha dari sejumlah desa tetangga juga turut dilibatkan. Kehadiran kepala desa sekitar, seperti dari Desa Gedangan, Surowiti, Wetan dan Desa Sekapuk memperlihatkan bahwa semangat Desa BRILiaN diharapkan tidak berhenti di satu desa.
“Kami juga berharap bapak-bapak kepala desa sekitar yang hadir dapat mengembangkan hal serupa di desanya masing-masing agar insan Brilian BRI siap hadir memberikan pendampingan,” ujar Reza.
Kepala Desa Doudo Sutomo mengapresiasi dukungan BRI terhadap masyarakat dan Pemerintah Desa Doudo. Terpilihnya Doudo sebagai Desa BRILiaN merupakan pencapaian yang tidak terlepas dari kerja keras masyarakat, BUMDes beserta unit-unit usahanya, serta dukungan berbagai pihak.
“Kami sungguh tidak menyangka, desa kami yang sangat sederhana ini mendapatkan apresiasi luar biasa berupa penyelenggaraan Gebyar Desa Brilian,” ujar Sutomo.
Pendampingan BRI Unit Sekapuk, yang dinilai aktif membantu perkembangan BUMDes. Dukungan juga datang dari BRI Regional Office Surabaya dan BRI Cabang Gresik melalui program pendampingan bersama Universitas Airlangga (UNAIR).
“Semoga sinergi bersama BRI dapat terus berlanjut dan semakin banyak potensi desa yang dapat dikembangkan,” ujar Kades Sutomo.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


