GRESIK | lampumerah.id – Pemerintah Kabupaten Gresik terus memastikan program bantuan sosial tersalurkan tepat sasaran, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk hadir dan mendengar langsung kebutuhan masyarakat.

Kali ini, Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) dan bantuan pangan diserahkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Kecamatan Wringinanom, Kamis (27/8).

Bagi bupati, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pemberian bantuan. Lebih dari itu, pemerintah perlu membuka ruang komunikasi agar dapat mengetahui secara langsung kondisi dan kebutuhan warga.

“Jangan ragu menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan di lingkungan. Pemerintah perlu mendengar langsung dari masyarakat, agar bisa mengetahui kondisi di lapangan,” ujar Gus Yani, sapaan akrab Bupati Gresik.

BLT DBHCHT merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana bagi hasil cukai, yang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat tertentu. Di antaranya petani tembakau, buruh pabrik rokok, penyandang disabilitas, dan lanjut usia sesuai dengan ketentuan penerima.

Masing-masing penerima BLT DBHCHT memperoleh bantuan sebesar Rp 300 ribu per bulan selama tiga bulan, sehingga total bantuan yang diterima mencapai Rp 900 ribu per penerima.

Bupati berharap, bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat sekaligus memberikan manfaat bagi keluarga penerima.

“Selain bantuan tunai, masyarakat juga mendapatkan bantuan pangan berupa beras dari Bulog,” ujar bupati

Kepala Dinas Sosial Ummi Khoiroh menyampaikan, untuk memastikan proses penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran, Pemkab Gresik menggandeng PT Pos Indonesia.

Sementara bantuan pangan dari Bulog diberikan untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September. Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan atau sebanyak 30 kilogram selama periode tersebut.

Khusus di Kecamatan Wringinanom, bantuan pangan tersebut disalurkan kepada 9.239 penerima. Secara keseluruhan, bantuan pangan Bulog di Kabupaten Gresik menyasar sekitar 156.121 penerima, dengan total alokasi bantuan sekitar 4.683.630 kilogram atau 4.683 ton beras untuk penyaluran selama tiga bulan.

Tinggalkan Balasan