Bekasi | Lampumerah.id – Kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan terhadap Tika Septiani (25) di sebuah rumah kontrakan di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, terus menjadi perhatian. Pihak keluarga mengaku sempat kehilangan komunikasi dengan korban sebelum akhirnya mengetahui kondisi yang dialaminya.
Salah seorang anggota keluarga korban, Riska, mengatakan komunikasi dengan Tika sempat terputus selama beberapa bulan. Bahkan, dalam sepekan terakhir keluarga tidak mengetahui keberadaan korban.
“Sekitar lima bulan, mulai Januari, kami putus komunikasi dengan Tika. Tidak ada kabar sama sekali. Sampai akhirnya saya mendapat kabar kalau Tika sudah mengalami kejadian seperti ini,” ujar Riska.
Riska menjelaskan, dirinya baru mengetahui dugaan penganiayaan tersebut setelah dihubungi langsung oleh Tika melalui aplikasi WhatsApp. Dalam pesan itu, korban mengaku telah menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh kekasihnya.
”Saya dapat komunikasi dari dia. Dia bilang habis dipukuli, lalu langsung mengirim foto dan video yang memperlihatkan kondisi wajahnya yang mengalami luka akibat dipukul,” katanya.
Menurut keluarga, pada awal hubungan asmara antara korban dan terlapor tidak pernah terdengar adanya persoalan serius. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, korban mulai mengeluhkan sering mendapat perlakuan kasar dari kekasihnya.
Sebelumnya diberitakan, Tika Septiani mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan dan penyekapan yang diduga dilakukan oleh kekasihnya di sebuah rumah kontrakan di Kampung Cijengkol, Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Korban mengaku berhasil melarikan diri melalui jendela saat pelaku sedang tidak berada di lokasi.
Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi dan masih dalam proses penyelidikan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun tanggapan dari pihak terlapor terkait dugaan yang disampaikan korban dan keluarganya
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


