GRESIK | lampumerah.id – Petrokimia Gresik kini tengah melakukan penguatan fondasi bisnis, di tengah dinamika geopolitik, perubahan iklim, serta fluktuasi harga energi dan bahan baku industri jupuk.

Langkah yang dilakukan manajemen adalah, memodifikasi Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V dengan teknologi Flex-Phos. Teknologi ini memungkinkan satu fasilitas memproduksi NPK Phonska, NPK Solid Granulation, maupun pupuk fosfat.

“Sehingga perusahaan memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi, dalam memenuhi kebutuhan pasar sekaligus mendukung ketahanan industri pupuk nasional,” ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob disela-sela.peringatan HUT Ke 54 Petrokimia Gresik di Gresik.

Sementara untuk memperkuat pasokan bahan baku, Petrokimia Gresik juga membangun dua tangki asam sulfat dengan kapasitas total 40.000 ton. Setelah proyek ini selesai, kapasitas penyimpanan asam sulfat perusahaan akan meningkat menjadi 100.000 ton.

Di sektor logistik, perusahaan tengah membangun Dermaga A yang dirancang mampu melayani kapal berkapasitas hingga 60.000 Deadweight Tonnage (DWT), dengan kapasitas bongkar muat mencapai 4 juta ton per tahun.

‘Pengembangan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran arus logistik perusahaan, sekaligus menjaga Berth Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat okupansi dermaga pada level yang optimal,” ujar Daconi.

Keandalan operasional perusahaan juga diperkuat melalui kerja sama penyediaan gas dari Lapangan MDA-MBH di Selat Madura, dan Wilayah Kerja Ketapang di Perairan Utara Pulau Madura. Kerja sama ini berpotensi menambah pasokan gas sekitar 30–35 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) sehingga dapat mendukung operasional Petrokimia Gresik hingga tahun 2035.

Penguatan fondasi bisnis tersebut, berjalan beriringan dengan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan. Pada 2025, Petrokimia Gresik ditunjuk sebagai proyek percontohan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Inisiatif ini menjadi bagian dari peta jalan dekarbonisasi perusahaan periode 2025–2030.

Menurut Daconi, pertumbuhan perusahaan harus selalu berjalan seiring dengan keberlanjutan serta kemampuan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Karena itu, seluruh transformasi yang dilakukan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan daya saing perusahaan, tetapi juga memperkuat kontribusi bagi sektor pertanian, industri, masyarakat, dan bangsa.

Transformasi bagi kami bukan hanya tentang bagaimana perusahaan menjadi lebih besar, tetapi bagaimana Petrokimia Gresik semakin adaptif, efisien, dan tangguh dalam menjawab kebutuhan masa depan,” jelas Daconi.

Tinggalkan Balasan