GRESIK | lampumerah.id – Sekitar 250 pengemudi ambulans menggelar Kopi Darat Cabang (Kopdarcab) III Paguyuban Driver Ambulance Jawa-Madura-Bali di Gelora Joko Samudro, Gresik, Minggu (1/1).
Mengusung tema “Dari Giri untuk Negeri’ kegiatan yang dimeriahkan dengan kehadiran sopir ambulan dari berbagai daerah. Di antaranya Klaten, Jakarta, Blitar, Situbondo, Pasuruan, Madiun, Mojokerto, hingga Pamekasan bahkan dari Bali.
Ratusan peserta tampak mengenakan seragam berwarna hitam dan merah. Mereka juga membawa kendaraan ambulans dengan beragam karakteristik. Seperti ambulans lawas berwarna hijau, kendaraan berwarna merah, putih, hingga berbagai jenis ambulans lainnya.
Dewan Pembina Paguyuban Driver Ambulance Jawa-Madura-Bali, Ilham Dwi Cahyono mengatakan Kopdarcab III ini juga peringatan Anniversary ke 8 paguyuban. Sedangkan Kopdarcab sebelumnya digelar di Probolinggo dan Banyuwangi.
“Tujuan utama kegiatan ini untuk menjalin silaturahmi dan memperkuat solidaritas teman-teman driver ambulans Jawa, Madura, dan Bali. Kebetulan tahun ini Gresik menjadi tuan rumah,” ungkapnya.
Kegiatan Kopdarcab ini dijadwalkan berlangsung setiap dua tahun sekali. Selain menjadi ajang pertemuan, agenda ini juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas pengemudi ambulans dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
“Kami ingin teman-teman driver terus mendapatkan tambahan ilmu. Ada materi dari kepolisian mengenai keselamatan berkendara dan dari tenaga kesehatan terkait penanganan kegawatdaruratan,” jelasnya.
Ia menambahkan, paguyuban tersebut tidak hanya beranggotakan pengemudi ambulans dari satu institusi atau golongan tertentu. Mereka mencakup ambulans rumah sakit, yayasan, puskesmas, hingga pengelola ambulans mandiri.
Sejumlah rumah sakit seperti RSUD Ibnu Sina dan RS Semen juga menjadi bagian dari jaringan paguyuban.
Menurutnya, jejaring lintas daerah tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kemanusiaan. Ketika ambulans mengalami kendala saat perjalanan atau membutuhkan bantuan tambahan, pengemudi dapat berkoordinasi dengan anggota terdekat.
“Misalnya ketika sedang mengantar pasien rujukan ke luar kota dan persediaan oksigen membutuhkan tambahan, driver dapat menghubungi rekan paguyuban di wilayah terdekat. Begitu pula ketika kendaraan mengalami gangguan mesin di perjalanan,” terangnya.
Selain itu, terdapat dukungan dari sejumlah yayasan, seperti YDSF dan Nurul Hayat yang memiliki program kuota layanan ambulance gratis bagi anak yatim piatu maupun lansia.
Di sisi lain, Ilham menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap keberadaan ambulans yang sedang menjalankan tugas. Banyak pengguna jalan yang belum memberikan prioritas ketika ambulans melintas, baik untuk mengantar pasien kegawatdaruratan maupun membawa jenazah.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa ambulans yang menggunakan sirene dan lampu isyarat sedang menjalankan tugas. Mohon diberikan jalan agar proses evakuasi maupun pelayanan pasien bisa berjalan lancar,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


