GRESIK | lampumerah.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menghadiri rangkaian tradisi Rebo Wekasan yang digelar masyarakat Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, di kawasan Telaga Sumber Dusun Sumber, Rabu (12/8).

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang konsisten menjaga tradisi Rebo Wekasan yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta meningkatkan kerukunan di tengah masyarakat.

“Macam-macam cara merawat tradisi. Di Sumber ada Mahalul Qiyam bersama panitia dan adik-adik. Di Suci juga ada. Alhamdulillah tujuannya satu, mudah-mudahan kita semua mendapatkan rida Allah SWT,” tuturnya.

Lebih lanjut, bupati menegaskan doa dan selamatan dalam tradisi Rebo Wekasan dapat menjadi momentum untuk bermunajat kepada Allah SWT, memohon ampunan, serta mendoakan keluarga dan seluruh masyarakat.

“Yang sakit mudah-mudahan mendapatkan kesembuhan. Yang rezekinya mampet, mudah-mudahan dibukakan oleh Allah rezeki yang barokah,” katanya.

Telaga Sumber yang menjadi lokasi pelaksanaan Rebo Wekasan, memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal bagi masyarakat setempat. Telaga yang berada di kawasan Dusun Sumber tersebut secara turun-temurun dimanfaatkan warga untuk berbagai kebutuhan.

Rangkaian kegiatan Rebo Wekasan juga diisi dengan tausiah oleh KH Ahmad Zakaria Al-Anshori, serta pergelaran wayang kulit dengan lakon “Jimat Layang Kalimosodo” di halaman Telaga Sumber.

Tinggalkan Balasan