GRESIK | lampumerah.id – Seorang warga negara China yang bekerja di Kabupaten Gresik, resmi mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk agama Islam.

Prosesi yang berlangsung di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, dipandu Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib dan ditutup doa oleh Sekretaris MUI Kabupaten Gresik KH. Muhsin Munhamir.

Sebelum memandu ikrar dua kalimat syahadat, KH. Ainur Rofiq Thoyyib menyampaikan sejumlah nasihat kepada calon mualaf agar tidak merasa terbebani dalam mempelajari Islam.

“Masuk Islam itu adalah awal perjalanan. Jangan merasa harus langsung bisa semuanya. Belajarlah setahap demi setahap, sebagaimana anak kecil yang belajar berjalan. Yang penting terus belajar dan jangan berhenti,” pesannya.

Usai mengucapkan dua kalimat syahadat, Liu Zhongxin mengungkapkan rasa syukur karena telah resmi memeluk agama Islam.

“Saya masuk Islam karena kemauan saya sendiri. Tidak ada seorang pun yang memaksa saya. Ini adalah keputusan yang saya ambil dengan kesadaran dan keyakinan saya,” ungkap pria berusia 26 tahun yang bekerja di PT. Xinyi Glass, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik tersebut.

Liu mengaku, agama Islam sebenarnya bukan sesuatu yang asing baginya. Di negara asalnya, China, ia telah mengenal keberadaan masyarakat muslim.

“Di China juga ada orang Islam. Jadi saya sudah tahu bahwa Islam adalah salah satu agama yang dianut banyak orang. Tetapi saya mulai lebih mengenal Islam ketika tinggal di Indonesia,” katanya.

Menurut Liu, pengalaman hidup di Indonesia membuat pandangannya terhadap Islam semakin positif.

“Saya melihat orang-orang Islam di Indonesia sangat ramah. Mereka menghargai orang lain, suka menolong, dan menerima saya dengan baik. Dari situ saya mulai tertarik untuk belajar lebih banyak tentang Islam,” tuturnya.

Ia juga menceritakan bahwa kedekatannya dengan seorang perempuan asal Tangerang bernama Anisa semakin mendorongnya untuk mempelajari Islam secara lebih mendalam.

“Saya mengenal Anisa dan kami berencana menikah. Tetapi keputusan masuk Islam bukan karena dipaksa. Saya memang ingin menjadi seorang muslim, karena saya percaya dan yakin,” tegasnya.

Diingatkan Kiai Rofiq, seorang mualaf tidak dituntut menguasai seluruh ajaran Islam dalam waktu singkat. Yang paling utama adalah, memiliki kemauan untuk terus memperbaiki diri.

“Kalau shalat belum hafal semua bacaannya, tidak apa-apa. Mulailah dari Al-Fatihah. Setelah itu belajar surat-surat pendek, belajar gerakan shalat, kemudian belajar ibadah yang lain. Islam mengajarkan proses, bukan memaksa seseorang menjadi sempurna dalam sekejap,” ujarnya.

Mengutip firman Allah dalam Surah Al-Ikhlas, Kiai Rofiq mengajak Liu Zhongxin untuk meyakini sepenuhnya keesaan Allah SWT.

“Qul huwallahu ahad. Allah itu Esa. Semua yang ada di alam semesta ini diciptakan oleh Allah. Itu yang harus kita yakini dan kita akui dalam hati,” jelasnya.

Turut hadir Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik Makmun, M.Ag., Ketua Bidang Dakwah, Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Drs. Nur Fakih, Sekretaris Drs. H. Awaluddin, M.Ag., serta Anggota Komisi Pemberdayaan Ekonomi Syariah H. Harianto, S.Kep.Ns., MM.

Tinggalkan Balasan