SIDOARJO | lampumerah.id – PT. Tjiwi Kimia terus berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi bumi. Dengan menggandeng Pusat Studi Lingkungan dan Smart City (PSLSC), Umsida Sidoarjo dalam proyek besar yakni pengembangan teknologi berkelanjutan. Kerjasama tersebut diwujudkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA).
Penandatanganan kerja sama yang dilakukan pada Senin (27/04/26) tersebut juga, dalam memperingati Hari Bumi, menyasar beberapa poin penting. Mulai dari riset industri hijau berbasis IoT hingga program pemberdayaan masyarakat Smart City.
Dr Ir Syamsudduha Syahrorini ST MT, Ketua PSLSC Umsida, berharap kolaborasi ini melahirkan solusi praktis yang bisa langsung diterapkan di masyarakat dan industri. Menariknya, fokus kerja sama ini juga menyasar kesiapan mental mahasiswa.
“Langkah nyata pertama dari kerja sama ini adalah edukasi strategi 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Dengan dukungan DLHK Sidoarjo, kolaborasi ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, menjadikannya peluang ekonomi sirkular yang bermanfaat bagi masa depan Sidoarjo”, imbuhnya.
Lanjut Rini menyebutkan bahwa selain memperingati Hari Bumi, kerja sama tersebut merupakan langkah Umsida dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, khususnya dalam menghadapi tantangan lingkungan dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
“Momentum Hari Bumi dimanfaatkan sebagai pengingat pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya,
Dengan kolaborasi tersebut, lanjut perempuan yang akrab disapa Dr Rini ini, Umsida ingin memberikan solusi berbasis teknologi untuk mendukung industri yang lebih hijau, sekaligus meningkatkan kontribusi akademisi dalam pembangunan berkelanjutan.
“Jadi kami harap nanti bisa membuka peluang pengembangan riset terapan, implementasi teknologi ramah lingkungan, serta program edukasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis smart city,” kata dosen Prodi Teknik Elektro itu.
Pada sisi lain, PT Tjiwi Kimia menyambut baik rencana kolaborasi tersebut dan menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam berbagi pengalaman praktek terbaik (best practices) terkait pengelolaan lingkungan di sektor industri.
Beberapa ruang lingkup kerja sama yang akan dikembangkan meliputi riset kolaboratif di bidang lingkungan dan industri hijau; implementasi teknologi monitoring lingkungan berbasis IoT; program magang dan peningkatan kompetensi mahasiswa; pengabdian kepada masyarakat berbasis keberlanjutan; serta edukasi dan kampanye lingkungan melalui program 3R .
PT Tjiwi Kimia yang diwakili oleh Manajer Benny Haryawan ST SH MM, menilai bahwa saat ini kesenjangan kemampuan mahasiswa dengan dunia industri cukup tinggi. Sebab itu, ia berharap MoU dan MoA yang terjalin dengan Umsida dapat mendorong peningkatan kemampuan dan pengalaman langsung mahasiswa.
“Adanya MoU dan MoA inilah sangat penting dilakukan karena bisa belajar di industri saat PKL, magang menjadi pengalaman langsung mahasiswa,” katanya.
Sementara itu, Wiwin ST MM dari Tim Humas Tjiwi Kimia menyebut bahwa saat ini dunia industri membutuhkan orang-orang yang mau belajar, bukan hanya orang-orang yang pintar.
“Karena dalam bekerja butuh tim work yang solid, etos kerja tinggi, hal inilah yang perlu disiapkan oleh mahasiswa,” tandasnya.
Sebagai tindak lanjut dari kerja sama tersebut, kedua pihak sepakat untuk mengimplementasikan program perdana melalui kegiatan sharing session bertajuk “Penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle): Strategi dan Tantangan”,
Sharing session tersebut dimaksudkan untuk mengkaji strategi efektif dalam penerapan konsep 3R di lingkungan industri dan masyarakat, mengidentifikasi tantangan teknis dan non-teknis dalam pengelolaan limbah; mendorong inovasi berbasis teknologi dalam mendukung ekonomi sirkular; serta meningkatkan kesadaran serta partisipasi sivitas akademika dan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama Plt Kepala DLHK Sidoarjo, Arif Mulyono, menegaskan persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani secara sektoral. Menurutnya, pendekatan kolaboratif penting agar kebijakan pengelolaan sampah lebih efektif dan tepat sasaran.
“Persoalan sampah ini berdampak langsung pada kesehatan dan lingkungan. Karena itu, butuh keterlibatan semua pihak, termasuk kampus dan industri,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


