GRESIK | lampumerah.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif melepas 200 mahasiswa Universitas Gresik Tahun 2026, mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) mulai 13 Juli hingga 7 Agustus 2026, di 16 desa di Kecamatan Cerme.

Pelepasan dan pembekalan berlangsung di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Senin (6/7), dihadiri Rektor Universitas Gresik Rian Pramana Suwanda, jajaran pejabat Gresik, pimpinan Universitas Gresik, Camat Cerme, para kepala desa lokasi KKN, serta dosen pembimbing lapangan.

Wabup Alif mengajak para mahasiswa menjadikan KKN sebagai kesempatan belajar langsung dari masyarakat, karena pengalaman di lapangan akan memberikan pemahaman yang tidak diperoleh di ruang kuliah.

Wabup Alif berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga mampu mengidentifikasi persoalan yang ada di desa dan memberikan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menyusun kebijakan pembangunan.

“Kami berharap hasil KKN ini tidak berhenti sebagai laporan akademik. Jadikan pengalaman selama di desa sebagai bahan untuk memberikan rekomendasi, yang bisa membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat,” tambahnya.

Rektor Universitas Gresik Rian Pramana Suwanda menjelaskan, Kecamatan Cerme dipilih karena memiliki potensi sekaligus tantangan. Selain dikenal sebagai kawasan lumbung pangan, Cerme juga menjadi salah satu wilayah yang rawan terdampak banjir Kali Lamong.

“Yang juga perlu menjadi perhatian adalah second disasternya yaitu dampak setelah banjir, seperti munculnya berbagai penyakit. Ini bisa menjadi salah satu fokus pengabdian mahasiswa selama KKN,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan