Bekasi | Lampumerah.id –  Kecewa karena jalan rusak tak kunjung diperbaiki, warga di sekitar Jalan KH Asmawi, Jembatan Cikarang Bekasi Laut (CBL), Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, memilih bergotong royong memperbaiki jalan berlubang menggunakan dana swadaya.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian warga demi mengurangi risiko kecelakaan di jalur penghubung antara Desa Sukajaya dan Desa Kalijaya yang selama ini menjadi akses utama mobilitas masyarakat.

Perbaikan dilakukan dengan menimbun lubang-lubang di badan jalan menggunakan material hasil patungan warga. Langkah itu diambil setelah bertahun-tahun menunggu perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi yang hingga kini belum terealisasi.

Salah seorang warga Desa Kalijaya, Idun, mengatakan kondisi jalan di sekitar jembatan sudah sangat memprihatinkan. Menurutnya, kerusakan jalan telah berlangsung selama bertahun-tahun dan beberapa kali menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan.

“Jalannya memang sangat rusak. Sudah hampir tahunan kondisinya seperti ini. Dulu kami juga sempat melakukan pengurugan secara swadaya karena jalannya penuh lubang. Bahkan ada mobil yang sampai patah as akibat melintas di sini,” ujar Idun.

Idun menjelaskan, Jembatan CBL dibangun pada 1982 dan hingga kini belum pernah mendapat perbaikan secara menyeluruh. Ia memperkirakan kerusakan jalan di sekitar jembatan sudah berlangsung sekitar 15 tahun.

‎”Jembatan ini sudah ada sejak tahun 1982. Kerusakannya sudah sekitar 15 tahun. Selama ini belum ada perbaikan, jadi masyarakat hanya bergotong royong mengurug jalan. Tapi lama-kelamaan materialnya habis dan kembali longsor,” katanya.

‎Senada dengan itu, warga Desa Sukajaya, Udin, mengaku kerusakan jalan kerap menyebabkan kendaraan, khususnya truk dan mobil, mengalami kerusakan hingga memicu kemacetan.

‎”Sering ada mobil patah as di sini. Kalau ada kendaraan rusak, akhirnya macet. Kami berharap ada bantuan perbaikan supaya tidak terus terjadi seperti ini,” ujar Udin.

Jembatan Cikarang Bekasi Laut (CBL) merupakan infrastruktur vital yang menghubungkan Desa Sukajaya dan Desa Kalijaya serta menjadi jalur perbatasan kedua wilayah. Setiap hari, ruas jalan tersebut dilintasi kendaraan roda dua, mobil pribadi, angkutan barang hingga truk bertonase besar.

‎Warga menilai perbaikan swadaya hanya menjadi solusi sementara. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi segera melakukan perbaikan permanen terhadap jalan dan jembatan tersebut agar aktivitas masyarakat kembali aman, lancar, dan tidak lagi memakan korban akibat kondisi jalan yang rusak.

Tinggalkan Balasan