GRESIK | lampumerah.id – Pembangunan Pabrik Soda Ash dan Amonium Klorida masing-masing berkapasitas 300.000 ton per tahun, bagi PT Petrokimia Gresik (Persero) memiliki nilai strategis selain pengembangan bisnis, juga mendukung upaya perusahaan dalam meningkatkan pemanfaatan sumber daya secara lebih berkelanjutan
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan penandatanganan kontrak Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) dengan PT Rekayasa Industri (Rekind) menjadi tonggak penting setelah melalui serangkaian proses persiapan dan pembahasan proyek.
“Bagi Petrokimia Gresik, ini sangat penting. Bukan hanya aspek bisnis, tetapi juga aspek lingkungan karena ada penyerapan CO₂ yang cukup signifikan,” ujar Daconi.
Dalam proses produksinya, pabrik akan memanfaatkan CO₂ dari fasilitas eksisting Petrokimia Gresik sebagai salah satu bahan baku pembuatan soda ash.
Selain memberikan manfaat lingkungan, pembangunan pabrik ini juga membuka peluang bagi Petrokimia Gresik untuk memperkuat bisnis kimia melalui penyediaan produk bernilai tambah.
Lokasinya yang berada di kawasan industri Gresik dinilai strategis, karena dekat dengan sejumlah industri pengguna, sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi distribusi dan daya saing produk di pasar domestik.
Daconi menegaskan, keberhasilan proyek membutuhkan koordinasi yang solid serta komitmen seluruh pihak, khususnya Petrokimia Gresik sebagai pemilik proyek dan Rekind sebagai kontraktor EPCC.
“Bagi kami, keberhasilan proyek ini bukan hanya tentang membangun fasilitas produksi baru, tetapi juga memastikan setiap tahapan berjalan sesuai dengan perencanaan,,” tegas Daconi.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


